Juni 2023 Inflasi Bali Kembali ke Rentang Sasaran, Juli Perlu Diwaspadai

oleh
Lalu Lintas penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali di masa adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mengungkap resiko inflasi yang perlu diwaspadai di bulan Juli 2023.

Kondisi itu dipicu oleh masih tingginya jumlah wisatawan seiring dengan periode libur sekolah. Hal itu diprakirakan mendorong peningkatan permintaan barang dan jasa.

Deputi kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Gusti Ayu Diah Utari mengatakan, belum dimulainya periode panen raya padi di Bali hingga bulan September-Oktober juga berpotensi menyebabkan keterbatasan pasokan yang perlu diantisipasi lebih awal.

“Gelombang laut yang cenderung tinggi pada bulan Juli-Agustus juga berpotensi menurunkan hasil tangkapan laut dan mendorong harga aneka hasil laut,” kata Diah Utari, Selasa, 4 Juli 2023.

Pada kondisi bulan Juni 2023, Bali mengalami deflasi. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat, angka deflasi diukur dari gabungan Kota Denpasar dan Singaraja.

Angka deflasi bulanan ini disebabkan oleh penurunan harga cabai merah, bensin, bawang merah, pepaya, dan air kemasan.

Deputi kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Gusti Ayu Diah Utari mengatakan, penurunan harga cabai merah dan bawang merah disebabkan oleh pasokan yang terjaga.

“Stok panen masih terjaga di sentra-sentra produksi. Sedangkan bensin mengalami penurunan didorong oleh jenis nonsubsidi yang turun berkisar 6-9%,” kata Diah Utari, Selasa, 4 Juli 2023.

Angka deflasi di bulan Juni 2023 terhitung sebesar 0,04% (mtm) atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 0,34% (mtm).

Dari survei yang dilakukan BI Bali, harga air kemasan juga mengalami penurunan. Hal itu disebabkan karena pasokan mulai normal. Jika merujuk pada bulan sebelumnya, Mei 2023, pasokan air kemasan relatif terbatas.

“Itu terjadi akibat pembatasan operasional truk sumbu tiga pada periode mudik lebaran akhir April 2023,” jelas Diah.

Namun demikian, inflasi lebih rendah dapat tertahan dengan peningkatan harga angkutan udara, buah naga, kue basah, sepeda motor, dan daging ayam ras.

Tarif angkutan udara mengalami peningkatan seiring masa libur sekolah dan cuti bersama hari besar keagamaan nasional (HBKN) Idul Adha yang mendorong peningkatan permintaan tiket pesawat udara. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News