Juara Hacking Nasional Jadi Wisudawan Terbaik ITB-STIKOM Bali

    


Ida Bagus Budhantara, S.Kom., BIT. - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Seperti wisuda sebelumnya, pada wisuda kali ini ITB STIKOM Bali juga memberi penghargan kepada mahasiswa dengan karya ilmiah terbaik di masing-masing program studi. Selain itu, juga diserahkan penghargaan wisudawan terbaik, serta penghargaan kepada wisudawan sebagai wirausaha muda.

Salah satunya adalah, Ida Bagus Budhantara, S.Kom., BIT. Ia tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa (UKM) Kelompok Studi Linux (KLS). Meski baru semester pertama, Gus Bud sudah diterjunkan dalam ajang bergengsi tingkat nasional yakni Indonesian Cyber Army yang diadakan di STIKOM Bali tahun 2015.

Meski belum juara, tetapi pengalaman itu menjadi pemicu semangat untuk terjun di ajang lomba lain.

Terbukti pada 26 Februari 2017 Ida Bagus Budhantara dan temannya I Komang Suryadana (dari kampus lain) keluar sebagai juara 3 lomba hacking tingkat nasional dalam ajang Hacking Capture the flag (CTF) yang diselenggarakan oleh Komunitas Surabaya PHP Indonesia dan Surabaya Hacker Link.

Pada 16 September 2017 Gus Bud, Ketut Pasek Asmajaya dan Dewa Mahendara Putra keluar sebagai juara dua lomba hacking tingkat nasional yang digelar oleh Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor. Ajang ini juga diikuti mahasiswa IT dari perguruan tinggi seluruh indonesia.

Sebulan bulan kemudian, tepatnya pada 7-8 Oktober 2016 Gus Bud bersama rekan se-kampus Ketut Pasek Asmarajaya dan Dewa Mahendara Putra dinobatkan sebagai juara 1 event Technology Euphoria (Technoporia) ke-8 yang digelar oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya, Palembang. Lomba bergengsi ini diikuti mahasiswa IT dari seluruh indonesia.

Tahun 2018 Dewa Mahendara Putra tamat kuliah. Karena itu Gus Bud, Ketut Pasek Asmarajaya mengajak Dea Gratias Agamus untuk mengikuti lomba hacking tingkat nasional bertajuk Amikom Hackfest 2018 yang digelar oleh FOSSIL Universitas Amikom Yogyakarta, pada 12 Mei 2018.

Hebatnya, ketiganya menyabet juara pertama, mengalahkan Wakil dari kampus-kampus beken di Jawa.

Prestasi spektakuler Gus Bud tercatat dalam ajang Born to Protect pada 24 September-6 Okober 2018. Tim cyber security STIKOM Bali yang terdiri dari Ida Bagus Budanthara, Erico Rahmad Darmanto, Fauzi Kurniawan, Leonardo Deo Gratias Agamus, Ketut Pasek Asmarajaya, dan Putu Jefri Mustika diterjunkan dalam ajang Born to Protect yakni kompetisi cyber security nasional yang diadakan oleh Kemenkominfo dan Xynexis. Ajang ini merupakan sertifikasi keahlian di bidang cyber security.

Para peserta ditantang untuk melakukan live penetration testing ke sebuah web server.

Dalam ajang ini, pesertanya mencapai 8.661 orang dari seluruh Indonesia. Setelah seleksi secara online tinggal 1.000 peserta. Seleksi Tahap kedua terpilih 100 peserta terbaik dan mendapatkan sertifikasi Certified Secure Computer User (CSCU), dengan hadiah tambahan berupa training intensif dari EC-Council dan Xynexis Internasional selama 2 minggu di Pusat TIK Nasional, Jakarta.

“Kami berenam lolos ke 100 besar dan ke Jakarta pada 24 September 2018 untuk mengikuti pelatihan intensif dengan materi Certified Network Defender (CND) dan Certified Ethical Hacker (CEH). Setelah itu mengikuti tes sertifikasi CND pada 5 Oktober 2018. Pada tes ini, keenam wakil STIKOM Bali dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat digital yang dapat diakses melalui web EC-Council,” kata anak pertama dari 3 bersaudara, buah kasih sang Ayah Ida Bagus Indhira Gautama dan Ibu Ni Made Yusmaka Wijani.

Yang membanggakan, diantara 100 peserta itu, Gus Bud memperoleh nilai tes tertinggi dan berhak mendapat hadiah beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 ke Universitas Gunadarma Jakarta dan sebuah laptop Asus.

“Tapi saya ingin bekerja dulu supaya lebih banyak pengalaman, setelah itu baru saya mau ke S2,” tukas Gus Bud saat bincang santai dengan BNN di kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Kamis, (26/09/2019).

Karena memiliki kemampuan di bidang keamanan siber itulah, maka saat ini Gus Bud diminta beberapa perusahaan beken di Bali untuk maintenance program komputer mereka dengan status freelance.

Sebagai mahasiswa Program Kelas Internasional, Gus Bud membuat skripsi untuk menguji ketahanan aplikasi Web berjudul ‘Automated Penetration Testing for Web Application Using Flash Phyton Web Framework’. (Way/*)