Jelang Pilpres, Kapolres Metro: Kamtibmas Berpotensi Naik

    


Diskusi bertema 'Peran Organisasi Masyarakat dalam Menanggulangi Radikalisme, Intoleransi dan Hoax dalam Rangka Mensukseskan Pemilu 2019 di wilayah Hukum Polres Metro Jakarta Barat' - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, menjelang Pileg dan Pilpres, fenomena Kamtibmas berbanding lurus dan akan semakin naik.

Menurut Hengky ada tiga ancaman yang sangat berpotensi muncul yakni, terorisme, konflik sosial dan narkoba.

“Ada juga yang berdasarkan laporan terkait undang-undang ITE di Cyber Crime Mabes Polri, ada sekitar 70 persen adalah hate speech (ujaran kebencian) dan penghinaan. Terkait adanya penyebaran berita hoaks, ditemukan paling banyak di media sosial, ini dikarenakan 50 persen masyarakat adalah pengguna internet dan media sosial,” ujar Hengki.

Terkait narkoba, diakui Hengky, menjadi sarana perang simetris. Suatu negara dirusak generasi mudanya agar menggunakan narkoba. Sehingga pelaku kejahatan dalam melancarkan aksinya dipengaruhi narkoba.

“Salah satunya pelaku penjambretan terhadap anggota Kementrian PUPR. Mereka (pelaku) melakukan aksinya di wilayah Tamansari dan tergabung dalam kelompok geng tenda orange,” ujarnya.

Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek jajaran dan elemen masyarakat melalui Satuan Binmas Polres Metro Jakarta Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di aula Polsek Tanjung Duren, Kamis (4/10/2018).

Diskusi bertema ‘Peran Organisasi Masyarakat dalam Menanggulangi Radikalisme, Intoleransi dan Hoax dalam Rangka Mensukseskan Pemilu 2019 di wilayah Hukum Polres Metro Jakarta Barat.’ (Bob)