Jelang Pilkada Bali, Isu Reklamasi Jadi Bahan Kampanye, Massa: Harus Berani Surati Presiden

    


Massa tolak reklamasi Teluk Benoa kembali menggelar Aksi Damai yang dikemas dengan Parade Budaya di kawasan Lapangan Renon, Rabu, 26 Juli 2017 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Penolakan Reklamasi Teluk Benoa tak pernah surut disuarakan oleh elemen masyarakat Bali. Forum Rakyat Bali (ForBALI) dengan didukung oleh Bendesa Adat/Desa Pakraman kembali menggelar aksi damai yang melibatkan sekitar 1.000 massa, Rabu, 26 Juli 2017.

Aksi yang dikemas dengan parade budaya itu berlangsung di Parkir Timur Lapangan Puputan Renon, Jalan Juanda, Denpasar Timur.

I Wayan Suardana alias Gendo dari ForBali dalam orasinya menyebutkan, perhelatan Pilgub maupun Pilkada yang akan berlangsung di Bali banyak mengangkat isu reklamasi sebagai bahan kampanye. Menurut Gendo, fenomena politisi memanfaatkan isu reklamasi menunjukkan gerakan penolakan reklamasi yang selalu disuarakan merupakan kebenaran yang harus diperjuangkan.

“Namun kita tidak ingin penolakan reklamasi hanya dimanfaatkan di ranah politik saja. Tapi kalau politisi masih tidak berani bersurat kepada Presiden RI untuk mencabut Perpres No.51 Tahun 2014, maka kita tetap ragukan. Karena sesungguhnya pemimpin harus memperjuangkan aspirasi rakyat,” jelas Gendo, Rabu, 26 Juli 2017.

Dalam aksi itu, massa membawa berbagai alat peraga dan kendaraan yang dilengkapi alat pengeras suara. Spanduk panjang bertuliskan ‘Tolak Reklamasi Teluk Benoa Batalkan Perpres 51 Tahun 2014’ teebentang diantara kerumunan massa.

Mereka bergerak dari Parkir Timur Lapangan Puputan Renon menuju kantor Gubernur Bali. Konsentrasi massa terpusat di depan gerbang kantor Gubernur untuk menyampaikan aspirasi dari setiap perwakilan Desa Adat dan elemen masyarakat yang menyatakan menolak reklamasi Teluk Benoa. (Way)