Jelang Pengukuhanya, FBM Mantab Sebagai Lembaga Budaya Yang Mandiri

    


Keterangan foto: Pendiri dan jajaran pengurus yayasan forum budaya mataram/ foto : koranjuri

KORANJURI.COM-Jelang pengukuhan kepengurusanya, Yayasan Forum Budaya Mataram (FBM) mantab menapaki diri sebagai forum pelestari budaya yang netral dan mandiri.

‘FBM tidak terikat dengan keraton manapun, karena yayasan ini berisi para pemerhati, sejarahwan, budayawan, masyarakat adat, pegiat budaya dan para pelestari budaya” Jelas Agung Herdiyanto, SE, M.Si selaku Sekjen Forum Budaya Mataram .

Sehingga jika ada pihak yang mengkaitkan Forum Budaya Mataram dengan lembaga lain atau menginduk kepada institusi lain adalah salah.

Agung katakan di usianya yang relatif masih sangat muda, peran FBM di dalam melastarikan budaya dan kearifan lokal nyata di lakukan, saat ia bersama sama dengan para komunitas pencinta lawu menolak kegiatan trail trabas naik ke atas puncak gunung Lawu. Sebab kegiatan tersebut di nilai akan merusak ekosistem alam dan menggerus budaya kearifan lokal yang selama ini di pegang teguh oleh masyarakat adat lereng lawu.

FBM juga memberikan dukungan dan mengedukasi masyarakat adat dalam mengembangkan berbagai acara budaya kearifan lokal, agar selaras dan sejalan dengan ekosistem alam, sebagai cara mengajak masyarakat menjaga dan melestarikan alam semesta.

‘Secara khusus FBM pernah menerima masyarakat adat Anggrasmanis dan para budayawan saat acara ‘ Kawula alit meruwat negeri “, sebagai wujud kepedulian rakyat kecil terhadap kondisi bangsa dan negara agar menjadi lebih baik lagi ” Kata Agung dalam penjelasanya

Masih menurut dia, pengukuhan yang rencananya akan di laksanakan besuk pada hari Minggu(13/10/19) di Pendhapi Gede Balaikota Kota Surakarta, segala persiapan di internal yayasan sembilan puluh persen sudah selesai, tinggal besuk pada hari pelaksanaanya saja.

Rencananya pengukuhan akan di hadiri para pendiri Yayasan Forum Budaya Mataram, Gubernur Jawa Tengah, Walikota Solo, Muspida, budayawan, masyarakat adat, tokoh masyarakat, akademisi, pelestari alam dan lingkungan serta pemerhati budaya.

Secara seremonial jika tidak berhalangan hadir, pengukuhan akan di lakukan langsung oleh Walikota Solo, FX.Hadi Rudiyatmo.

Terpisah, ketua pelaksana Yayasan Forum Budaya Mataram, Kusuma Putra SH, MH menegaskan, FBM adalah yayasan berbadan hukum resmi yang murni bergelut di bidang pelestarian budaya.

Alasan di dirikanya Forum Budaya Mataram karena keprihatinan sejumlah tokoh terhadap kondisi budaya Nusantara saat ini, khususnya budaya Mataram di tanah Jawa karena semakin tergerus budaya asing dan modernisasi global.

Belum lagi isu berbagai persoalan di internal para pewarismya, semakin membuat budaya warisan leluhur terdegradasi.

Oleh karena itu melalui Forum Budaya Mataram di harapkan para pemangku dan pelestari budaya di daerah dapat bersatu dan bersama sama membangun kembali budaya Nusantara, khususnya budaya kearifan lokal agar mampu menjadi pilar ketahanan masyarakat di dalam menghadapi terjangan arus global.

Melalui kegiatan budaya masyarakat di satukan dan di rekatkan kembali dari berbagai persoalan yang ada, sehingga silaturahmi akan terus terjalin.

Lebih jauh Kusuma katakan, memberikan edukasi kepada para generasi muda betapa pentingnya melestarikan budaya warisan leluhur menjadi langkah awal FBM, di dalam menandaskan nilai nilai nasionalisme kepada para generasi muda.

Di harapkan kedepan, FBM tidak hanya menjadi pelumas budaya di tanah air, tetapi menjadi bagian dari ketahanan pembangunan nasional di dalam menjaga keutuhan bangsa dan Negara melalui kegiatan budaya yang di lakukanya. /jk