Jelang Lebaran, Protokol Kesehatan Pusat Perbelanjaan di Bali Diperketat

    


Foto: Ilustrasi

KORANJURI.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali melayangkan surat kepada seluruh pengelola pusat perbelanjaan dan pasar tradisional di Bali menjelang hari raya lebaran.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali Dewa Made Indra mengatakan, protokol kesehatan harus diikuti untuk menekan potensi persebaran covid-19 secara lokal di tempat umum.

“Toko moderen dan pasar tradisional wajib menerapkan pemakaian masker bagi pembeli dan penjual, dan menganjurkan setiap orang tetap membawa hand sanitizer ketika berada di luar rumah,” kata Dewa Made Indra, Jumat, 22 Mei 2020.

Bali tidak menerapkan PSBB sehingga Aktifitas masyarakat lebih longgar. Namun, pemerintah mengajak setiap individu disiplin terhadap kemungkinan terinfeksi covid-19 ketika berada di tempat publik.

Dikatakan, tren penyebaran covid-19 secara transmisi lokal cenderung naik. Data terbaru mencatat, akumulasi kasus transmisi lokal sebanyak 155 orang.

Kondisi itu, menurut Dewa Made Indra, dimungkinkan bisa saja melonjak jika tidak diantisipasi di semua lini. Pun demikian, saat umat muslim merayakan hari raya Idul Fitri.

Antisipasi dilakukan dengan melakukan kesepakatan antara Gugus Tugas bersama Dewan Pengurus Masjid, maupun kepolisian untuk meminimalisir kegiatan masif di lapangan terbuka.

Update perkembangan covid-19 di Bali pada Jumat, 22 Mei 2020, ada penambahan 6 orang WNI positif covid-19. Kasus positif baru itu ditemukan dari 2 penularan secara imported case dan 4 transmisi lokal.

Angka kesembuhan bertambah 4 orang WNI, dan total pasien sembuh menjadi 284 orang.

Rumah sakit rujukan di Bali saat ini menangani kasus aktif sebanyak 92 orang. (Way)