Jelang Idul Fitri, Dinas PUPR Kabupaten Purworejo Kebut Perbaikan Jalan

    


Pekerjaan perbaikan jalan di salah satu ruas jalan di jalur Soko - Bagelen - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo terus melakukan perbaikan ruas jalan, yang nantinya akan dilalui pemudik.

Dari ruas jalan milik kabupaten sepanjang kurang lebih 759 km, 72 persen-nya dalam keadaan baik dan sedang. Sementara sisanya 28 persen, dalam kondisi rusak atau rusak parah.

“Untuk jalan yang tingkat kerusakannya mencapai 10 persen, kita perbaiki dengan dana pemeliharaan,” ujar Plt Kepala DPUPR Kabupaten Purworejo, Ir Suranto, Kamis (31/5).

Untuk tahun 2018 ini, ungkap Suranto, alokasi anggaran untuk pemeliharaan rutin hanya Rp 6 milyar. Dana itu, dibagi untuk lima UPT (Unit Pelaksana Teknis), yakni, Kutoarjo, Kutoarjo, Purwodadi, Loano, dan Kemiri.

Ir Suranto, Plt Kepala DPUPR Kabupaten Purworejo - Sujono/Koranjuri.com

Ir Suranto, Plt Kepala DPUPR Kabupaten Purworejo – Sujono/Koranjuri.com

Padahal idealnya, jelas Suranto, untuk menjaga agar 72 persen kondisi jalan tetap dalam keadaan baik dan sedang, dibutuhkan anggaran pemeliharaan hingga Rp 21 milyar.

“Dengan anggaran yang terbatas, kita berupaya semaksimal mungkin untuk menangani kerusakan tersebut, dengan mengutamakan skala prioritas, terutama yang masuk posisi strategis dan di wilayah perbatasan, ataupun akses menuju lokasi wisata,” terang Suranto.

Ditargetkan, kata Suranto, pada pada H – 10 sebelum lebaran, semua perbaikan sudah selesai, dan semua jalan yang berlubang sudah tertangani, sehingga layak dan tidak membahayakan dilalui para pemudik, baik yang akan menuju Purworejo maupun yang melintasinya.

Lebih jauh Suranto menjelaskan, kondisi 28 persen jalan Kabupaten yang rusak atau rusak parah, di tahun 2018 ini mendapatkan program peningkatan sepanjang 41 km, yang terbagi menjadi 30 titik. 10 titik diantaranya, kini sedang proses tender.

“Untuk pekerjaan yang kontraktual, pada para rekanan pemenang lelang, karena waktunya mepet, paling tidak bisa menyiapkan penanganan-penanganan lapis dasar untuk menutup lubang-lubang, sehingga jalan bisa dilalui dan tidak membahayakan,” pungkas Suranto, yang didampingi Aji Nur Hidayat, Kasi Jalan dan Jembatan. (Jon)