Jasa Penjor Langsung Pasang Digemari di Tengah Pandemi

    


Pemuda yang sedang membuat penjor pesanan di Banjar Tebesaya, Desa Peliatan, Ubud Gianyar, Senin (14/9/2020) - foto: Catur/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Peluang bisnis layanan penjor langsung pasang kini digemari masyarakat Bali. Terutama menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang berlangsung pada 16 dan 26 September. Penjor menjadi simbol kemenangan darma atas adarma.

“Untuk beberapa bagian kami sudah bisa pasang, sampai menjelang pengiriman, baru kami pasang perhiasan dari janur lokal, agar terlihat segar saat hari raya,” kata Komang Raka, pelaku usaha jasa pemasangan penjor, Senin (14/9/2020).

Inovasi itu dilakukan oleh sekelompok anak muda Di Banjar Tebesaya, Peliatan, Ubud. Selama sepekan terakhir, mereka sudah mulai menggarap penjor pesanan yang dikerjakan secara bersama-sama. Bahannya pun dikombinasikan, dari bahan janur Sulawesi dan janur lokal untuk tetap mempertahankan ciri khas.

Komang Raka menambahkan, menjelang Galungan dan Kuningan pihaknya mendapat pesanan dua kali lipat dibandingkan dengan hari raya sebelumnya. Terlebih, di saat pendemi ini, banyak warga yang enggan berdesak untuk membeli perlengkapan penjor. Di samping itu, harga yang ditawarkan juga mengikuti situasi ekonomi saat ini.

“Karena kami membeli bahan yang banyak, tentunya lebih murah. Disini kami hanya mengenakan ongkos pasang saja, terlebih pelanggan kami kebanyakan menghindari aktivitas berlebihan saat pandemi ini,“ terangnya.

Raka bersama kelompoknya sudah lebih dari tiga tahun ini menjadi pengrajin penjor. Saat ini, pesanan yang mereka terima sudah lebih dari 50 penjor.

“Kalau merangkai penjor iya paling lama 15 menit. Kalau untuk harganya minimal satu penjor Rp 350 ribu. Tetapi tergantung pesanan pelanggan juga,” ujarnya.

Dia pun mengungkapkan, untuk membuat puluhan Penjor memang dibutuhkan waktu paling lama satu minggu sebelum Penjor itu diantar.

“Ya lumayan, kegiatan ini setidaknya menutupi biaya dalam menyambut hari raya. Terlebih selama pandemi banyak teman-teman yang tidak bekerja lagi,” ujarnya. (ning)