Jarah Ponsel Milik Santri, Seorang Pedagang Dibuser Polisi

    


Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan, menunjukkan tersangka SA, pelaku curat, dengan sejumlah barang bukti - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Satreskrim Polres Purworejo berhasil mengungkap kasus pencurian disertai pemberatan, dengan korban para santri Ponpes
Ma’hadil Ulumis Syarngiyah, Plaosan, Purworejo. Dari kasus ini, polisi berhasil menangkap SA (32), seorang pedagang, yang bertempat tinggal di Dusun Cuweran, Loano.

SA diduga kuat sebagai pelaku curat, yang berhasil menggasak sejumlah HP milik santri ponpes tersebut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, SA yang dibekuk polisi pada Selasa (22/1) lalu itu, kini mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo.

“Dalam menjalankan aksinya, tersangka SA bersama temannya, AN, yang kini masih buron,” jelas Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, melalui Kasatreskrim AKP Haryo Seto Liestyawan, Senin (11/2).

Dari tangan tersangka, terang Haryo Seto, disita beberapa barang bukti, antara lain, 1 buah kardus HP Samsung J1 warna kuning, 1 buah HP merk Samsung Galaxi J1 warna putih, 1 buah kardus HP merk XIOMI REDMI 4A warna putih, serta 1 buah HP merk XIOMI REDMI 4A.

Dijelaskan, peristiwa curat tersebut terjadi pada Jumat (10/3/2017), sekitar pukul 04.30 WIB, di Pondok Pesantren Ma’hadil Ulumis Syarngiyah, Plaosan, Baledono, Purworejo. Kedua pelaku memasuki kamar-kamar santri, yang saat itu tidak dikunci. Saat kejadian, para santri tengah tertidur.

Tersangka SA berhasil mengambil mengambil 2 buah HP, dan temannya, AN (buron), berhasil mengambil 4 buah HP. Karena kejadian ini, kerugian yang dialami para korban (Muhamad Choirul Umam, Rijalul Muttaqin, Gilang Yusuf Efendi, Muhamad Choirul Fatah, Bagas) mencapai Rp 7 juta.

“Dari hasil penyelidikan, akhirnya kami berhasil menangkap tersangka SA, dengan sejumlah barang bukti. Dari pengakuannya, dia sudah dua kali ini melakukan pencurian, di tempat yang sama,” kata Haryo Seto didampingi, Kasubbag Humas, Iptu Siti Komariah.

Atas perbuatannya, jelas Haryo Seto, tersangka dijerat dengan pasal Pasal 363 (1) ke-3 dan ke-4 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya, 7 tahun penjara. (Jon)