Jaminan Penempatan Kerja, Keunggulan SMK Kesehatan Purworejo dalam PPDB Online

    


Siswa SMK Kesehatan Purworejo. Sekolah ini merupakan satu-satunya SMK kesehatan di Purworejo yang sudah terakreditasi A - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Adanya jaminan penempatan kerja, bekerja sambil kuliah, menjadi keunggulan tersendiri bagi SMK Kesehatan Purworejo dalam penerimaan siswa baru (PPDB online) tahun 2020 ini.

Tak heran, jika dalam PPDB online kali ini, minat siswa lulusan SMP yang akan melanjutkan sekolahnya di SMK Kesehatan Purworejo, sangat tinggi.

Hal itu bisa dilihat dari jumlah siswa yang sudah mendaftar, dan memastikan untuk sekolah disini, dengan daftar ulang. Hingga saat ini, sejak pendaftaran dibuka awal Juni lalu, jumlah pendaftar sudah mencapai 180-an.

“Dari jumlah itu, yang sudah melakukan daftar ulang 118 siswa. Target kita, 160 an siswa baru untuk lima atau enam kelas, untuk jurusan keperawatan dan farmasi,” jelas Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, SSos, MPd, Jum’at (19/6/2020).

Nuryadin optimis, target akan tercapai. Dari pendaftaran yang akan ditutup hingga 3 Juli 2020 ini, jika kuota sudah terpenuhi, maka pendaftaran akan segera ditutup, meski waktu pendaftaran belum berakhir.

“Bagi lulusan SMP yang ingin melanjutkan sekolahnya di SMK Kesehatan Purworejo, untuk segera mendaftarkan diri, mumpung masih ada waktu. Kita menggunakan layanan one day servis. Daftar, seleksi, tes (tertulis dan kesehatan), diterima, langsung daftar ulang,” ungkap Nuryadin.

Untuk pendaftarannya sendiri, bisa dilakukan di Kampus 2 SMK Kesehatan Purworejo di gang Kemuning, Pangenjurutengah, Purworejo.

Nuryadin pun mengucapkan banyak terima kasih kepada para calon siswa baru yang sudah melakukan daftar ulang, dengan menentukan pilihannya di SMK Kesehatan Purworejo. Dan pihak sekolah sudah mempersiapkan fasilitas lengkap, untuk sarana dan prasarana pembelajaran.

SMK Kesehatan Purworejo, jelas Nuryadin, merupakan satu-satunya SMK kesehatan di Purworejo yang sudah terakreditasi A, uji kompetensinya menggunakan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), laboratorium lengkap, dan yang utama, ada jaminan penempatan kerja setelah lulus.

“Kita menggunakan metode multiple intelligence. Tidak ada istilah siswa bodoh. Setiap anak pasti memiliki kelebihan/potensi, apapun itu, baik seni, olahraga, matematik, atau lainnya. Dan itu akan kita kembangkan,” terang Nuryadin.

Dari pengakuan para pendaftar yang sudah melakukan daftar ulang saat wawancara, kata Nuryadin, akhirnya terungkap, kenapa mereka memilih melanjutkan sekolahnya di SMK Kesehatan Purworejo.

Diantaranya, kata Nuryadin, mereka memang dari awal sudah bercita-cita (memilih) di bidang kesehatan yang nantinya bisa bekerja di bidang kesehatan, entah itu dokter, perawat, ahli farmasi, atau lainnya.

Dari orangtua siswa sendiri, yang merasa senang anaknya di bidang kesehatan. Juga, karena ada saudara atau teman yang sudah bekerja di bidang kesehatan, sehingga ketika nanti lulus, bisa mengikuti jejaknya.

“Yang lebih mendominasi, karena adanya jaminan penempatan kerja setelah lulus,” pungkas Nuryadin. (Jon)