Jalur Tanpa Tes di PTN dan PPDB di SMA Dwijendra Denpasar

    


Kepala SMA Dwijendra, Made Oka Antara - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 2 Perguruan Tinggi Negeri di Bali yakni, Universitas Udayana dan Politeknik Negeri Bali (PNB), dipastikan masih merekrut melalui jalur undangan untuk tamatan SMA Dwijendra tahun ini.

Kepala SMA Dwijendra, Made Oka Antara menjelaskan, dari Universitas Udayana sudah memastikan memberikan slot jalur undangan sebanyak 28 siswa. Setiap tahunnya, tambah Oka Antara, tamatan sekolah menengah atas yang berlokasi di Kreneng, Denpasar itu, selalu kebagian kuota masuk tanpa tes di 2 PTN tersebut.

“Kami masih menunggu dari PNB. Namun dari Unud sudah memberikan kuota 28 orang. Kami menyiapkan 50 persen dari jumlah siswa untuk maju di jalur undangan PTN itu,” jelas Made Oka Antara.

Selama ini, banyak prestasi yang diraih siswa SMA Dwijendra di bidang akademis dan non akademis. Dari catatan yang ada, di bidang keolahragaan cukup sering menyumbangkan medali untuk almamater lembaga pendidikan itu.

Demikian pula di bidang akademis. Dikatakan Oka Antara, pihaknya memiliki 4 pembina untuk mengampu kegiatan siswa. Mereka merupakan akademisi dari Universitas Udayana dengan gelar strata tiga.

“Mereka mengajar setiap Minggu untuk lomba dan penelitian. Hasilnya memang sudah terlihat. Di Palembang siswa kami mendapatkan juara 1 nasional dan di Surabaya peringkat kedua nasional,” terang Made Oka Antara.

Saat ini, SMA Dwijendra memiliki 50 kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu kegiatan yang dijadikan pilot projects nasional adalah Australian Football yang mulai ditekuni di sekolah itu sejak setahun lalu.

“Kami memang gemar mengawali cabor-cabor eksibisi. Namun disitu ternyata muncul peluang lain,” ujar Oka Antara.

Sementara, dalam penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2018/2019, SMA Dwijendra membuka kuota 432 orang. Jumlah itu akan tertampung di 12 ruang kelas dan setiap kelas berisi 36 siswa. Sampai Sabtu (5/5/2018), jumlah pendaftar sudah mencapai 150 orang.

Made Oka Antara menjelaskan, melihat antusias masyarakat, pihaknya sewaktu-waktu bisa menutup pendaftaran jika kuota telah terpenuhi.

“Pengalaman tahun kemarin begitu, sebelum pendaftaran berakhir, panitia sudah menutup pendaftaran. Mengingat, kuota sudah tercukupi,” ujarnya. (Way)