Jalan Provinsi dan Jembatan di Purworejo Mulai Direhab

    


Para pekerja tengah melakukan pekerjaan perbaikan jalan Kutoarjo-Bruno - foto: Sujono /Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sejumlah jalan dan jembatan di wilayah Purworejo yang menjadi kewenangan Propinsi Jateng, pada tahun 2019 ini, direhabilitasi. Ada empat paket pekerjaan yang tergabung dalam paket Rehabilitasi Jalan dan Jembatan di BPJ Wilayah Magelang 2, dengan sumber dana APBD propinsi tahun 2019.

Keempat pekerjaan ini, rehabilitasi jembatan Pucung cs, di ruas jalan Kutoarjo-Bruno (batas Kabupaten Wonosobo), yang dikerjakan oleh CV Pancang Jaya, dengan nilai kontrak Rp 956 juta. Pekerjaan ini dimulai 4 Juli, dan direncanakan selesai 30 November 2019.

“Ada tiga titik yang dikerjakan dalam pekerjaan ini, dua di Desa Kaliwungu, dan satu di Desa Wonosuko,” jelas Edi Margono, ST, Kasi Jalan dan Jembatan Wilayah Magelang 2, dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Propinsi Jateng, Rabu (2/10).

Paket kedua, kata Edi, rehabilitasi jembatan Kamasan, di ruas jalan Kutoarjo-Bruno (batas Kabupaten Wonosobo), yang dikerjakan oleh CV Guna Mulya Tama, dengan nilai kontrak Rp 349 juta. Pekerjaan yang dimulai 15 Agustus ini, direncanakan selesai 12 Desember 2019.

Paket ketiga, terang Edi, pembuatan saluran dan DPT (Dinding Penahan Tanah), ruas jalan Purworejo-Sibolong (batas Propinsi DIY). Pekerjaan yang meliputi pembuatan saluran sepanjang kurang lebih 1,5 km dan DPT 300 meter ini, dikerjakan oleh CV Banyu Urip, dengan nilai kontrak Rp 1,6 milyar, yang dimulai 15 Agustus hingga 12 Desember 2019.

Paket keempat, ungkap Edi, rehabilitasi jalan Kutoarjo-Bruno (batas Kabupaten Wonosobo ruas 162), yang dikerjakan oleh PT Ahza Putra Mailanik , dengan nilai kontrak mencapai Rp 2,1 miliar. Pekerjaan dari Kalianyar hingga Kemiri sepanjang 4 km ini, dimulai 15 Agustus dan direncanakan selesai 12 Desember 2019.

“Dari hasil evaluasi pertengahan September lalu, semua pekerjaan tersebut dari progres yang direncanakan, plus semua. Saya optimis akan selesai sesuai target waktu yang ditentukan,” ujar Edi.

Lebih jauh Edi menjelaskan, saat evaluasi pertengahan September lalu, untuk pekerjaan yang dikerjakan CV Pancang Jaya, dari progress yang direncanakan 22, 49 %, realisasinya mencapai 28, 66 %, atau plus 6,17 %.

Pekerjaan yang dilaksanakan CV Guna Mulya Tama, dari progress yang direncanakan 13, 320%, tercapai 15, 632 %, atau plus 2, 312 %. Untuk pekerjaan yang dikerjakan CV Sumber Urip, dari progress yang direncanakan 3, 867 %, tercapai 3, 986 %, atau plus 0,119 %. Dan dari pekerjaan yang dilaksanakan PT Ahza Putra Mailanik, dari progress yang direncanakan 2, 078%, tercapai 11, 20 %, atau plus 9,122 %.

“Setiap bulan, pekerjaan-pekerjaan ini kita evaluasi,” pungkas Edi. (Jon).