Jajaki Kerjasama, Investor Malaysia Sambangi Purworejo

    


Bupati Purworejo Agus Bastian, saat menerima kunjungan investor asal Malaysia, Simon Chen Chew Woon, Selasa (3/4) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bupati Purworejo Agus Bastian, menerima kunjungan Simon Chen Chew Woon, seorang pengusaha bidang kontruksi pelabuhan asal Malaysia,pada Selasa (3/4) di ruang kerjanya, dengan didampingi Daniel, Dirut PT Asiana Raya.

Sejumlah  pejabat ikut mendampingi bupati, seperti Sekretaris Daerah Said Romadhon, Asisten I Sekda Murwanto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Widyo Prayitno, serta Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Woro Widyawati.

Kedatangan Simon ini, dalam rangka penjajakan kerjasama dengan Pemda Purworejo, dalam hal pembangunan Deep Sea Port (Pelabuhan Laut Dalam) di Pantai Keburuhan, Kecamatan Ngombol.

Simon juga  menawarkan kerjasama pada Bupati, untuk penambangan pasir besi dan pengerukan sendinentasi  hilir  Sungai Jali.  Dalam melaksanakan ketiga proyek tersebut, Simon minta dukungan perusahaan milik pemda.

“Kami sudah berpengalaman dalam membangun pelabuhan di beberapa negara, seperti, Doha, Qatar,” kata Simon.

Menurut Simon, pembangunan Deep Sea Port di Pantai Keburuhan, sangatlah penting, mengingat, pelabuhan di perairan Samudera Indonesia hanya ada di Cilacap.

Terkait penawaran tersebut, Bupati Purworejo menyambut baik penanaman investasi tersebut. Namun dia meminta, agar investor fokus pada pembangunan pelabuhan laut dalam. Hal itu sesuai program yang ditawarkan bupati, karena ada kaitannya dengan pengembangan program Bording City.

“Program Aero City di Yogyakarta masih kekurangan lahan. Satu-satunya daerah yang bisa digunakan untuk pengembangan Aero City, ya Purworejo,” ujar bupati.

Peluang tersebut, lanjut bupati, bisa diambil dalam bentuk Border City. Jika pelabuhan laut dalam dibangun, maka akan makin lengkap untuk menjadikan Purworejo sebagai daerah yang maju.

“Khusus kerjasama penambangan pasir besi, langsung kita tolak, karena berdampak buruk pada lingkungan,” tandas Agus Bastian. (Jon)