Jaga Ketahanan Pangan, KWT ‘Anggrek Asri’ Tanam Sayuran Organik

oleh
Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Asri, Perumahan Pepabri, Kelurahan Borokulon, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Cara unik dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Asri, di Perumahan Pepabri, Kelurahan Borokulon, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo untuk menjaga ketahanan pangan selama pandemi.

Menggunakan polibag dan membuat lahan demplot, mereka memanfaatkan lahan yang sempit untuk ditanami beberapa sayuran, seperti tomat, cabai, selada, kangkung dan jenis lainnya.

Menurut Choirunnisa, Ketua KWT Anggrek Asri, penanaman tersebut sudah dilakukan sejak 6 bulan silam.

“Banyak manfaat dengan menanam sayuran di pekarangan rumah, karena bisa membantu ekonomi keluarga di masa pandemi, juga untuk meningkatkan gizi keluarga,” ujar Nisa, panggilan akrab Choirunnisa Selasa (03/08/2021).

Dinilai sukses dengan programnya dalam menghadapi pandemi Covid-19, KWT Anggrek Asri mendapat bantuan dari pemerintah pusat senilai Rp 50 juta melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

P2L tersebut dimulai sejak bulan Maret 2021 dengan target pendampingan budidaya selama 1 tahun dan pemantauan hingga 2024.

Diungkapkan oleh Nisa, setelah mengikuti P2L hasil dari penanaman sayuran lebih maksimal. Hasil bercocok tanam ini bisa dikonsumsi sendiri maupun dijual.

“Dalam satu bulan omset KWT jika masa panen bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta,” Terang Nisa.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Wasit Diono menyampaikan, P2L harus memenuhi 4 komponen, yaitu sarana pembibitan, demplot, pertanaman dan pasca panen.

Pemerintah pusat, kata Wasit Diono, memberikan bantuan senilai Rp 50 juta untuk pengembangan program tersebut bagi tiap kelompok atau KWT, dengan syarat yang sudah ditentukan, dan adanya pendampingan.

“Bagi penerima bantuan di kawasan desa harus menyediakan lahan demplot 400 M2, sedangkan di perkotaan 100 M2 dan kebun bibit 20 M2, sedangkan untuk taman lestari bisa memanfaatkan halaman rumah masing-masing,” jelas Wasit Diono. (Jon)

KORANJURI.com di Google News