Jaga Kepercayaan Wisman, Bali Siapkan Fasilitas Ruang Publik dan Kesehatan

    


Cok Ace menjadi narasumber dalam teleconference bersama TV swasta nasional bertema 'Cara Baru Berwisata', Selasa, 21 Juli 2020 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Bali telah memutuskan kesiapannya membuka pintu masuk untuk untuk orang asing mulai 11 September 2020. Keputusan Bali membuka kembali akses untuk wisatawan mancanegara, didasarkan atas pertimbangan matang.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menjelaskan, keputusan itu disertai langkah preventif. Mengingat, ada kekhawatiran akan merebaknya kembali virus Covid-19 yang dibawa oleh orang asing yang masuk ke Bali.

Untuk mendukung kepercayaan asing terhadap Bali disebutkan, Pemprov tengah meningkatkan fasilitas di ruang publik maupun fasilitas kesehatan.

“Kami telah mengeluarkan SE Gubernur tentang protokol kedatangan pelaku perjalanan dari luar negeri. Dalam SE tersebut diatur berbagai hal yang harus dipenuhi seperti surat pernyataan dan hasil negatif Covid-19,” kata Cok Ace, Selasa, 21 Juli 2020.

“Jumlah bed RS kita tambah, fasilitas penanganan Covid-19 kita tingkatkan. Ini bukannya kita berharap jumlah kasus naik, kita terus cegah hal tersebut. Ini lebih kepada menjaga trust para wisatawan kepada pengelolaan pariwisata di tengah pandemi di Bali,” tambahnya.

Cok Ace menjadi narasumber dalam teleconference bersama TV swasta nasional bertema ‘Cara Baru Berwisata’, Selasa, 21 Juli 2020. Teleconference juga menghadirkan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan

Dalam pandangan Menko Maritim, kasus Covid-19 di Indonesia tidak bisa dilihat secara global. Keberhasilan setiap daerah berbeda ukuran dengan daerah lain.

Dikatakan Luhut, sejumlah provinsi atau Kabupaten cukup berhasil menangani virus ini, dirasa layak untuk membuka pariwisata.

“Seperti Bali, Jogja atau pulau Bintan. Daerah-daerah ini dinilai cukup berhasil dalam menangani Covid-19, sehingga cukup layak kembali dibuka,” kata Luhut.

Apalagi saat ini, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 punya data riil, tentang penyebaran virus ini. Sehingga, lebih memudahkan wisatawan menentukan tujuan wisata.

Untuk membuka kran pariwisata sendiri, Menko Luhut mengatakan Indonesia tengah menjajagi dengan Negara-negara sahabat. Tentu ia menegaskan di sini dibutuhkan perjanjian kedua belah pihak agar warga mereka juga merasa aman.

Semua hal tersebut menjadi dasar pemerintah membuka pariwisata untuk domestik Indonesia tanggal 31 Juli 2020 dan mancanegara pada 11 September 2020 mendatang.

Menko Maritim mengakui, sektor pariwisata merupakan sektor yang menghidupi sektor-sektor lainnya. UMKM dan masyarakat berbagai kalangan, akan mendapatkan profit dan benefit dengan dibukanya kembali pariwisata.

“Perekenomonian nasional juga akan bergerak,” ujarnya.

Dengan dibukanya kembali sektor pariwisata, pelaku pariwisata menyambut positif rencana ini. Mereka mengaku pariwisata dalah sektor pertama yang terkena dampak, dan menjadi sektor terakhir dalam pemulihan.

“Banyak daerah yang sudah siap membuka pariwisatanya. Hal ini tentu sangat dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian,” kata Luhut. (Way/*)