Jadi Kota Terbaik di Dunia, Pamor Ubud Tak Lepas dari Peran Leluhur

    


Kawasan jalan Campuhan Ubud - foto: Catur/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ubud, kota Kecamatan di Kabupaten Gianyar masuk ke dalam 25 besar kota terbaik di Dunia versi majalah Travel Leisure. Ubud menempati urutan ke-9 sebagai kota terbaik di Dunia.

Terpilihnya sebagai destinasi wisata dunia menurut Ketua Badan Promosi Wisata Kabupaten Gianyar Tjokorda Bayu Putra Sukawati, tak lepas dari peran leluhur.

“Warisan budaya ini mampu diterjemahkan sebagai inovasi-inovasi yang bersifat recent tanpa meninggalkan esensi dari jati diri Ubud itu sendiri,” kata Cok Tra sapaan akrabnya, Selasa, 14 Juli 2020.

Ditambahkan, peran pendahulu atau leluhur yang mewariskan Ubud sebagai salah satu muara kebudayaan Bali menjadi faktor Ubud dikenal sampai saat ini sebagai kota budaya.

“Secara kasat mata, sering kita lihat bagaimana atraksi budaya yang realtime berdampingan dengan unsur-unsur kepariwisataan tanpa saling menganggu,” tambahnya.

Cok Tra mencontohkan, banyak keunikan yang dialami wisatawan ketika berada di Ubud.

“Contohnya seperti tourist sedang dinner, di hadapan mereka sedang berlangsung iring-iringan upacara agama. Hal sederhana ini sebagai keunikan tersendiri,” kata putra dari Wakil Gubernur Bali, Cok Ace ini.

Dengan segala keunikannya, atmosfir positif untuk aktifitas pariwisata. Dengan demikian, menurutnya, yang menjadi kunci keseimbangan akan unsur budaya dan atmosfir yang ada.

Ditambah lagi, dengan bertambahnya brand ternama yang melengkapi etalase bagi wisatawan di Ubud.

Untuk mempertahankan menurutnya, dibutuhkan pembenahan secara fisik maupun sistematik.

“Saya yakin, seluruh community ini pun tidak akan pernah berhenti untuk memikirkan langkah-langkah terbaik kedepannya,” jelas Cok Tra. (ning)