IPA Bagelan Diusulkan untuk Dukung Bandara Baru Yogya

    


Direktur PDAM Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, ST, menunjukkan rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Bagelen - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Untuk pengembangan perusahaan, PDAM Purworejo Tirta Perwitasari mengajukan Rencana Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bagelen.

Perencanaan tersebut, juga untuk menyambut keberadaan bandara baru di Kulonprogo,

Hal tersebut disampaikan Hermawan Wahyu Utomo, ST, selaku Direktur PDAM Purworejo, dalam paparannya di hadapan Kabag Perekonomian, mewakili Sekda Purworejo, DP2KAD, LH, PU, Inspektorat, dan Probolo, Jum’at (23/3), di gedung Setda Purworejo.

Dengan melibatkan konsultan teknik spesialis pengolahan air, ada 4 titik di wilayah Dadirejo dan Karangsari yang bisa dijadikan alternatif untuk pengembangan SPAM ini.

“Dari 4 titik itu, akan kita kaji plus minusnya, terutama menyangkut debit air dan pengembangan ke depan. Untuk sumber air bakunya, mengambil dari sungai Bogowonto,” jelas Hermawan, Senin (26/3), di kantornya.

Diproyeksikan, dalam perencanaan tersebut, nantinya IPA Bagelen akan mampu menghasilkan debit 50 liter/detik. Ditargetkan pula, akan mampu menjaring 5 ribu pelanggan di wilayah Bagelen, Purwodadi, Ngombol, hingga rest area/perbatasan.

Tak hanya itu. Keberadaan IPA Bagelen ini, kata Hermawan, bisa untuk menyuplai air bersih di lingkungan bandara baru, New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo.

Hal tersebut, sebagai tindak lanjut dari keluarnya Perpres No 98 tahun 2017, tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Bandar Udara Baru di Kulonprogo, pasal 16.

Untuk merealisasikan itu semua, jelas Hermawan, dibutuhkan investasi untuk pembiayaan pembangunan, senilai Rp 30 milyar. Dana ini, bisa bersumber dari APBN, APBD, ataupun pihak ketiga.

“Kita berharap bupati menyetujuinya, dan bisa terealisasi di tahun ini. Secara teknis, kita siap,” pungkas Hermawan. (Jon)