Instruksi Gubernur: Tak Patuh Anjuran Warga Bisa Ditindak Tegas

    


Gubernur Bali Wayan Koster membacakan instruksi gubernur nomor 8551 Tahun 2020 tentang penguatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Bali, Kamis, 2 April 2020 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Himbauan yang diserukan Pemprov Bali dalam masa pandemi global covid-19, akhirnya diperkuat menjadi instruksi Gubernur.

Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menjelaskan, instruksi gubernur dikeluarkan merespons kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari pemerintah pusat.

Menurut Dewa Indra, Instruksi Gubernur Bali bernomor 8551 Tahun 2020 tentang penguatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Bali itu, sekaligus meminta kepada aparat di lapangan, Kodam IX/Udayana dan Polda Bali untuk melakukan pengawasan di lapangan.

“Ketika warga masyarakat tidak mengikuti dengan baik, maka aparat dapat melakukan tindakan tegas. Oleh karena itu, kami memohon untuk mengikuti dengan baik instruksi ini dengan penuh tanggungjawab,” jelas Dewa Made Indra, Kamis, 2 April 2020.

Instruksi itu menyangkut pembatasan aktifitas warga di luar rumah, seperti telah dituangkan dalam Surat Edaran dan himbauan Gubenur Bali sebelumnya.

Pengetatan juga dilakukan di pintu-pintu masuk Bali melalui bandara maupun pelabuhan. Warga yang masuk ke Bali dari wilayah terjangkit dilakukan protap rapid test.

“Sampai hari ini tadi masih terus dilakukan,” jelasnya demikian.

Ingub Bali juga mengatur tentang warga Bali yang tinggal di luar Bali, agar tidak kembali dulu ke Bali selama pandemi covid-19.

“Sebaiknya bersabar dengan tetap berada di wilayah domisili masing-masing, secara maksimal mencegah penyebaran covid-19 demi keselamatan kita bersama,” jelasnya.

Pembaharuan data penyintas covid-19 di Bali, per Kamis 2 April 2020, ada penambahan 9 orang PDP. Kasus PDP baru yang ditemukan terdiri dari 1 orang WNA dan 8 orang WNI. Sedangkan kasus positif sebanyak 25 orang.

Jumlah ODP yang dinyatakan negatif covid-19 bertambah 15 orang.

“Kabar baiknya, hari ini ada satu pasien yang sembuh yakni WNI asal Bali,” jelas Dewa Indra.

Sementara, Kasatgas Penanggulangan Covid-19 Bali juga menjelaskan, jumlah pekerja migran asal Bali yang tiba melalui bandara Ngurah Rai total sebanyak 3.481 orang sejak 22 Maret 2020 hingga 2 April 2020.

“Semuanya telah diperiksa kesehatannya dan telah diberikan surat keterangan sehat untuk karantina mandiri,” ujar Dewa Indra. (Way)