Inisiasi Koster-Ace Jadikan Bangli Destinasi Wisata Terpadu

    


Calon Wakil Gubernur nomer urut 1, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Akomodasi pendukung pariwisata Bali punya 96 ribu kamar. Jumlah itu dikatakan Calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mampu mengakomodir hasil pertanian di Bali.

Bali memiliki hasil pertanian berupa buah-buahan lokal seperti, kopi dan jeruk. Dengan regulasi, nantinya komoditas itu akan diserap sebagai komoditas pendukung pariwisata.

“Untuk kebutuhan pariwisata hasil pertanian seperti kopi, jeruk dan lainnya 80 persen itu terserap di Badung,” ujar Cok Ace, Senin 25 Maret 2018.

Selama ini, kata Cok Ace, belum ada regulasi khusus untuk mengatur distribusi pertanian. Bersama Wayan Koster, Cok Ace akan membangun sinergi lintas kabupaten/kota untuk menyalurkan hasil pertanian di Bangli.

“Selama ini memang belum diatur oleh pemerintah. Kami sudah sepakat hasil pertanian di Bangli ini disalurkan ke Badung,” jelasnya.

Di tempat sama, Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Provinsi Bali, I Nyoman Giri Prasta memaparkan sejumlah program unggulan Koster-Ace dalam memimpin Bali kelak. Program unggulan diantaranya, pendidikan gratis, kesehatan gratis dan sejumlah program kerja lainnya yang bisa dilakukan dengan konsep one island one management.

“Atau kita sebut juga satu jalur. Jadi bersinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk dana pendidikan, kesehatan dan lainnya. Gratis dia jadinya, dengan pola satu jalur,” terang Giri Prasta.

Di sisi lain, Giri Prasta menginginkan Bangli memiliki ikon pariwisata unggulan yang mampu menggairahkan kepariwisataan. Bahkan, ia ingin adanya satu destinasi wisata terpadu di Bangli yang bisa dikembangkan untuk menarik minat wisatawan mengunjungi Bangli.

“Bangli ini menjadi ikon. One stop destination. Kita akan bentuk tempat pariwisatanya sebagai ikon. Danau Batur contohnya, yang sudah dapat pengakuan dari UNESCO. Jadi, kita kembangkan wisata alamnya di sana, tetapi terpadu dengan yang lainnya,” terang Giri Prasta.

Antara Badung dengan Bangli, kata Giri Prasta, sudah teken MoU. “Sudah kita teken MoU-nya antara Badung dengan Bangli. Jadi kita saling mendukung, bersinergi. Bangli yang menghasilkan pertanian, Badung yang akan menyerapnya,” tutur dia.

Ke depan, Giri Prasta juga berharap agar hasil-hasil pertanian Bali semakin mendapat tempat agar dibuatkan Festival Budaya Pertanian. Dengan begitu, terjadi pula sinergi antara pariwisata dan sektor pertanian yang akan semakin meningkatkan pendapatan masyarakat di Kabupaten Bangli. (*)