Inilah Foodcourt Espero Yang Digagas Jokowi

    


Keterangan foto : Candra Wapress, Santo dan Agus mewakili para alumnus SMPN2 Surakarta saat akan melauncing Espero . / Foto : koranjuri.com

KORANJURI.COM-Berawal dari gagasan Jokowi, Espero foodcourt diwujudkan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi alumnus SMPN 2 Surakarta angkatan 76.

“Espero di singkat Es em pe Lo ro atau SMP 2,” Kata Santo, salah satu alumunus sekaligus pengurus foodcourt Espero

Ditambahkan dia, Espero foodcourt di buka bulan November 2017, tetapi saat ini tengah direnovasi. Rencananya pada tanggal 25 April 2018 Espero mengawali perdananya dengan penampilan baru di seluruh gerai makanan yang ada di foodcourt.

Pembenahan foodcourt imbuh Santo, dilakukan atas masukan para pelanggan guna memenuhi kenyamanan pelanggan yang jajan di Espero.

Seluruh tenant direnovasi. Fasilitas room VIP untuk 30-40 orang pelanggan disediakan bagi para tamu yang ingin menggelar meeting, arisan dan keperluan lain di Espero.

Manajemen Espero juga menjalin kerjasama dengan Wapress (Warung Apresiasi), komunitas seni sekaligus tempat mangkalnya group band indi di Soloraya agar bisa memberikan hiburan di Espero.

“Tujuannya agar para pelanggan betah menikmati jajanan di Espero,” Kata Agus, salah satu pemilik tenan di Espero.

Pemberdayaan ekonomi mandiri yang digagas Presiden Jokowi pada saat alumnus Espero berkumpul di Red Chili, sekarang mulai merebak di wilayah Solo raya.

Banyak tempat di kawasan pusat perbelanjaan,mall,hotel dan gedung gedung perkantoran dibangun fasilitas foodcourt.

Dari sisi ekonomi, kata Agus, masing-masing akan memperoleh keuntungan, baik pihak pengelola foodcourt maupun pemilik tenant makanan.

Di Espero sendiri kata Agus, diberlakukan sharing dengan pembayaran satu kasir.

Dari total nilai transaksi uang yang di bayarkan ke kasir, 20 persen akan masuk ke pihak pengelolan, 80 persen ke pemilik tenan makanan.

Harga makanan dan minuman yang dipatok di foodcourt Espero relatif sangat murah, seperti jajan di warung makan pada umumnya.

Sekali makan dan minum, pelanggan hanya mengeluarkan kocek sekitar Rp 20.000.

Harga tersebut tergantung dari menu sajian yang disajikan  permintaan konsumen.

“Selain menu tradisional, foodcourt juga menyediakan menu kekinian seperti gongso, dimsum dan lainya,” jelas Agus. (jk)