Ini Penjelasan JBT Terkait Penumpukan Kendaraan di Gerbang Tol Bali Mandara

    


Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim menerima kunjungan Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, IB Gede Udiyana, Kamis, 22 Februari 2018 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Antrian panjang di gerbang masuk Tol Bali Mandara dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya penumpukan kendaraan, terutama di gerbang tol Nusa Dua.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim menjelaskan, ada penyebab panjangnya antrian yakni, pengendara yang tidak membawa uang elektronik (Unik) atau memiliki Unik tapi saldonya tidak cukup. Kedua, perilaku masyarakat saat menempel kartu.

Beberapa pengendara, kata Tito, sudah mencabut kartunya sebelum portal naik.

“Hal itu menyebabkan si pengendara menempel kartu lagi hingga portal naik dan itu cukup memakan waktu,” jelas Tito saat menerima kunjungan Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, IB Gede Udiyana, Kamis, 22 Februari 2018.

Tito menambahkan, jumlah kendaraan yang masuk tol dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Dari data yang tercatat, Januari hingga awal Februari rata-rata kendaraan yang masuk tol sebanyak 40 ribu unit per hari. Sedangkan, sepekan terakhir rata-rata kendaraan yang masuk mencapai 50 ribu unit per hari.

Bali sebagai destinasi pariwisata, kata Tito, menyebabkan orang yang menggunakan tol tidak selalu sama.

“Orang yang tumben berkunjung ke Bali, belum tentu tahu kebijakan JBT yang memberlakukan transaksi non-tunai,” jelas Tito.

Prosentase kendaraan yang melintasi tol masuk melalui Gerbang Tol Ngurah Rai sebanyak 15 persen, 40 persen melalui gerbang Benoa, dan 45 persen dari gerbang Nusa Dua. Tumpukan kendaraan paling tinggi, jelas Tito, terjadi di Gerbang Tol Nusa Dua.

“Di Nusa Dua, sore hari sudah terjadi antrian. Padahal, alat (mesin) tol berfungsi dengan baik,” imbuhnya. (*)