Ini Keahlian Khusus Tamatan SMKN 4 Purworejo

    


Penampilan grup drumband SMK N 4 Purworejo dalam rangka Lomba Drumband Hardiknas 2017 - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Salah satu keunggulan dari sekolah kejuruan (SMK), bahwa lulusan SMK siap kerja. Hal itu dibuktikan oleh SMK N 4 Purworejo, yang beralamat di Desa Briyan, Ngombol. Untuk siswa kelas XII yang lulus tahun ini sejumlah 141 siswa, sebagian besar langsung terserap di dunia kerja.

Demikian dikatakan Wahyono, S.Pd, M.Pd, selaku Kepala Sekolah SMK N 4 Purworejo. Jelas Wahyono, untuk tahun pelajaran 2016/2017, tingkat kelulusan siswa kelas XII, mencapai 100%, dengan jumlah siswa 141. Mereka ini, dari 4 kejuruan yang berbeda, yakni, Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI), Agribisnis Perikanan (API), serta Teknik Kendaraan Ringan (TKR).

“Khusus jurusan NKPI dan TKPI , semua lulusannya sejumlah 71 siswa langsung diterima bekerja di kapal. Ada yang ikut perusahaan Taiwan dan Jepang. Sementara untuk jurusan API, 2 diantaranya langsung bekerja di Jepang,” jelas Wahyono, Jum’ at (5/5).

Dijelaskan lebih jauh oleh Wahyono, menjelang tahun ajaran baru, SMK N 4 Purworejo juga menerima pendaftaran siswa baru. Hanya saja, untuk tahun ini, berdasarkan juknis PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) 2017, sistemnya berbeda dengan tahun lalu.

“Untuk tahun ini, sistemnya online, normatifnya juga berbeda. Peserta tinggal buka website yang sudah ditentukan dengan internet, lalu isi data-data,” terang Wahyono.

Nilai UN peserta pendaftar, kata Wahyono, tidak dibobot, tapi dikalikan 65%, lalu ditambah 35%. Hasilnya, ditambah dengan penilaian berdasarkan nilai kemaslahatan, lingkungan, dan nilai potensi.

Untuk tahun ini, Wahyono menargetkan 8 rombel (rombongan belajar) untuk siswa baru, dimana satu rombel berisi 36 siswa. Masing-masing jurusan, ada 2 rombel.

“Semua siswa mendapatkan beasiswa, yang diberikan secara bertahap. Untuk tahun 2017 ini, masih dalam proses,” terang Wahyono.

Bagi siswa jurusan kelautan yang sudah berusia 16 tahun, kata Wahyono, wajib mengikuti pelatihan BST (Basic Safety Training), AFF (Advance Fire Fighting), SAT (Security Awarenes Training) dan terakhir diberikan Buku Pelaut, serta sertifikat yang sudah diakui secara internasional. Semua pelatihan tersebut gratis.

Padahal, kata Wahono, umumnya penyelenggaraan pelatihan tersebut biayanya mencapai jutaan rupiah. Program tersebut, merupakan hasil kerjasama antara SMK N 4 Purworejo dengan PIP (Politekhnik Ilmu Pelayaran) Semarang.

SMK N 4, kata Wahyono, sangat berprestasi di bidang olahraga voli. Prestasi tahun ini, juara 1 Popda Kabupaten, juara 1 kejuaraan voli dalam rangka Dies Natalis SMA Taruna Nusantara, serta juara 2 Gama Cup yang diselenggarakan UGM Yogyakarta. Untuk olahraga renang, juara 1 Popda tingkat kabupaten.

“Drum band kita juara 2 lomba defile dalam rangka Hardiknas 2017,” jelas Wahyono, yang didampingi Waka Kesiswaan, Kristina, Waka Kurikulum, Suryono Edi Wibowo, dan Waka Humas, Edi Mardiyanto.

Wahyono menambahkan, SMK N 4 juga mendapat penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat propinsi, dan kini maju ke tingkat pusat, juga menyabet juara 1 lomba LKS tingkat propinsi, dan juara 2 lomba LKS tingkat nasional.

“Supaya kondisi fisik selalu fit, setiap Jum’at pagi ada pembinaan ketarunaan dari Koramil dan Lanal Keburuhan,” pungkas Wahyono.
 
 
Jon