Ini Dia, Taman Air di Bali Berarsitektur Eropa

    


Balai Kapal meupakan bangunan tertinggi di Taman Soekasada Ujung Karangasem - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bangunan utama yang ada di Taman Sukasada Ujung adalah Balai Gili Kambang. Bangunan ini berbeda dengan Balai Kambang yang berfungsi sebagai tempat jamuan tamu kerajaan sekaligus tempat pengadilan. Gili Kambang adalah tempat peraduan raja yang dikeramatkan.

Meski pengunjung yang datang ke Taman Ujung tetap diperbolehkan masuk dan melihat isi kamar raja. Tapi mereka tidak diperkenankan memegang benda yang ada di kamar peraduan sang raja.

Disitu terdapat lima ruangan berupa kamar. Di kamar raja terdapat tempat tidur yang masih asli dengan meja kursi berbatu marmer dan sebuah foto raja Anak Agung Anglurah ketut Karangasem.

“Semua interior yang ada di kamar peraduan masih asli semuanya termasuk meja kursi marmer yang ada di ruangan samping kamar tidur. Disitulah raja kalau bermalam di taman,” jelas Nyoman Matal, pengelola kawasan wisata tersebut.

Posisi kamar peraduan berada di tengah-tengah kolam. Matal mengatakan, sebagai seorang raja tentunya punya prosedur keamanan yang tinggi. Dengan berada di tengah kolam, jika suatu ketika ada serangan, keluarga raja lebih aman. Karena untuk mencapai kamar itu harus melewati kolam terlebih dulu.

“Namun pada perkembangannya ada jembatan yang menghubungkan ke kamar keramat itu. Jadi semua bangunan disini punya fungsi masing-masing bahkan menjadi taman keramat sebenarnya,” ungkapnya demikian.

Namun yang pasti menurut Nyoman Matal, pantangan yang ada di kamar keramat berlaku bagi perempuan yang sedang datang bulan. Mereka tidak diperbolehkan masuk untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Selain itu, pengunjung yang kebanyakan pasangan muda mudi dilarang keras melakukan perbuatan tidak senonoh di lokasi taman.

Menurutnya, bukan tidak mungkin ‘pengunjung nakal’ akan mencari tempat untuk melakukan perbuatan tidak pantas di tempat tertentu yang tidak terpantau petugas.

“Karena ini tempat suci kami sarankan agar menjaga kesuciannya. Jangan sampai berbuat tidak pantas,” himbau Matal.
 
way