Ingin Kerja di Kapal Pesiar? Ratu Oceania Raya Bali bisa Jadi Pilihan

    


Operational Manager Ratu Oceania Raya Bali, Made Suarnaya - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Banyak lulusan baru kepariwisataan atau fresh graduated mendambakan bisa bekerja di kapal pesiar. Banyak pula agen penyalur yang membuat semakin sulit untuk menentukan agen mana yang akan dipilih dan terpercaya. Tak menampik kemungkinan, ada rasa bimbang maupun ragu, jika pilihan itu tidak tepat pada penyalur yang punya kredibilitas baik. Terutama, link yang terarah langsung kepada perusahaan cruiselines.

Di Bali, Cruiselines Agency yang cukup handal dan berpengalaman panjang, dimiliki oleh Ratu Oceania Raya Bali. Agen penyalur kru kapal pesiar ini memiliki kerjasama langsung dengan 11 perusahaan cruiselines di Amerika dan Eropa. Perusahaan-perusahaan itu antara lain, Royal Carribean, Celebrity Cruise, Azamara, Pullmantur, Cunard, P&O, Disney, Viking, Seachef, The World dan Ocean View Monaco (SPA).

Operational Manager Ratu Oceania Raya Bali, Made Suarnaya mengungkapkan, perekrutan untuk menjadi calon kru kapal pesiar dilakukan secara transparan. Bahkan soal biaya pun, dikatakan Made Suarnaya, sangat terjangkau dan ada pelaporan kepada keluarga calon kru kapal pesiar. Sebagai agency terpercaya, jelas Suarnaya, pihaknya menjaga integritas dan keterbukaan soal pembiayaan yang dibutuhkan.

“Ada saatnya sesi brieving jika memang kandidat memenuhi syarat. Brieving itu melibatkan orangtua kandidat yang kami persilakan datang ke kantor. Disitu, kami memapaparkan jumlah biaya. Dengan demikian, orang tua kandidat tahu persis jumlahnya,” jelas Suarnaya kepada Koranjuri.com

Bahkan, menurut Suarnaya, ada beberapa perusahaan kapal pesiar yang betul-betul menggratiskan tiket keberangkatan, visa dan medical checkup. Suarnaya menambahkan, bagi kandidat Royal Caribbean dan Celebrity Cruises untuk posisi cook, galley dan housekeeping cleaner hanya perlu membayar tiket untuk pertama join saja. Untuk tiket selanjutnya akan ditanggung oleh perusahaan kapal, ada P&O, Cunard dan Viking Cruises yang menyediakan gratis tiket dari awal untuk semua posisi.

Dijelaskan Made Suarnaya, proses perekrutan melalui Ratu Oceania Raya Bali cukup mudah. Persyaratan yang dibutuhkan, kandidat pelamar minimal berusia 20 tahun, pendidikan minimal Sekolah Menengah Umum. Kecakapan bahasa Inggris mutlak dibutuhkan. Pengalaman kerja di bidang perhotelan atau kepariwisataan yang dimiliki kandidat, akan memberikan nilai lebih untuk ditempatkan di posisi bergengsi di kapal pesiar.

“Sebagai agency terpercaya, kami juga memastikan kandidat bisa betah bekerja selama kontrak berlangsung. Tidak menutup kemungkinan, di awal-awal bekerja jadi waktu paling berat untuk dijalani,” jelas Made Suarnaya.

Karena itu, sebelum keberangkatan, tim Ratu Oceania Raya Bali memberikan brieving terakhir berkenaan dengan informasi terkait kebutuhan yang dibutuhkan selama menjadi kru kapal pesiar. Dan terutama, bagaimana cara bertahan untuk melewati masa kontrak. Sebagai agency kapal pesiar dengan kredibilitas baik, Ratu Oceania Raya Bali, merasa penting untuk memastikan kandidatnya bekerja dengan baik sampai melewati masa kontrak.

“Kami sudah memiliki track record bagus, hal-hal detail akan kami perhatikan secermat mungkin untuk memberikan tingkat kepercayaan kepada publik dan perusahaan cruiselines sebagai mitra kami,” ungkap Made Suarnaya.

Tingkat kepercayaan publik terhadap Ratu Oceania Raya Bali terlihat dari banyaknya pelamar yang setiap hari memadati kantor Ratu Oceania Raya Bali. Informasi dapat diakses melalui ratuoceaniaraya.com. Jumlah pelamar setiap bulan mencapai 350-500 orang. Bagi yang telah memenuhi kriteria akan langsung diberangkatkan. Namun bagi yang belum, dijelaskan Suarnaya, pihaknya menyarankan kepada mereka untuk mengikuti pelatihan atau training.

Berikut catatan jumlah kandidat yang telah diberangkatkan melalui Ratu Oceania Raya Bali. Untuk keberangkatan New Hire periode 2008-2010 jumlah keberangkatan sebanyak 751 orang. Tahun 2011 sebanyak 922 orang, tahun 2012 sebanyak 1.107 orang, tahun 2013 jumlah yang diberangkatkan sebanyak 652 orang, tahun 2014 sebanyak 700 orang, tahun 2015 sebanyak 1.053 orang, tahun 2016 ada 846 orang dan tahun 2017 sebanyak 634 orang.

Sedangkan keberangkatan Rehire periode 2008-2011 antara lain, tahun 2012 sebanyak 843 orang, tahun 2013 sebanyak 748 orang, tahun 2014 sebanyak 3.201 orang, tahun 2015 sebanyak 3.489 orang, tahun 2016 sebanyak 4.049 orang dan tahun 2017 sebanyak 4.146 orang. (Way)