Infrastruktur Bali Dikebut, Sudikerta Minta Bali Tambah Proyek Jalan

    


Pemotongan tumpeng peringatan Hari Bhakti PU ke-72 di wilayah Kementerian PU-PR Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Infrastruktur jalan di Bali perlu ditambah untuk menghubungkan area dengan kepadatan lalu lintas tinggi.

“Infrastruktur akan buat kehidupan mapan,
Untuk atasi kekroditan lalu lintas. Kedepan, Kadis PU dengan Balai yang menginisiasi jalan tol untuk interconecting Bali,” jelas Wakil Gubenur I Ketut Sudikerta menghadiri Hari Bhakti PU Ke-72 di Werdhapura, Sanur, 4 Desember 2017.

Sudikerta menekankan, Hari Bhakti PU yang diperingati setiap 3 Desember memberikan motifasi dan spirit bagi insan PU untuk menjalankan pembangunan infrastruktur.

Di Bali, sejumlah infrastruktur vital yang menopang kehidupan masyarakat telah dibangun. Waduk Titab di Buleleng, jalan tol Bali Mandara maupun underpass Simpang Dewa Ruci saat ini sudah dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas PU Bali, I Nyoman Astawa Riadi mengungkapkan, tahun depan satu waduk
kembali akan dibangun di wilayah Bangli.

“Waduk Titab penggenangan dilakukan tahun 2018. Tahun depan juga ada kegiatan infrastruktur Waduk Sidan yang ditangani Balai Wilayah Sungai Bali-Penida,” jelas Kadis PU Bali, Nyoman Astawa Riadi.

Sementara, proyek urgen yang saat ini tengah dikebut yakni proyek underpass simpang Tugu Ngurah Rai untuk persiapan perhelatan dunia pertemuan IMF-World Bank pada akhir Oktober 2018.

Proyek tersebut disiapkan dengan pagu anggaran Rp 209 milyar. Saat ini, pembangunannya tengah berlangsung.

Hari Bhakti PU diperingati sebagai penghormatan insan PU yang gugur dalam mempertahankan Gedung Van Verkeer En Waterstaat yang sekarang dikenal dengan Gedung Sate, Bandung.

Dari 21 pemuda yang bertahan di Gedung Sate, diketahui ada 7 orang hilang dan dinyatakan telah gugur. Ketujuh pemuda itu adalah Didi Hadianto Kamarga, Muchtaruddin, Ranu, Soebengat, Suhodo, Rio Soesilo, dan Soerjono. (Way)