Infertilitas Mengalami Tren Kenaikan

    


Dr. dr. A.A.N. Anantasika, Sp.OG (K) dari unit Layanan Reproduksi Wija Insan Nugraha (WIN) RSIA Puri Bunda - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dr. dr. A.A.N. Anantasika, Sp.OG (K) dari unit Layanan Reproduksi Wija Insan Nugraha (WIN) RSIA Puri Bunda menyatakan, gangguan kesuburan selalu mengalami tren kenaikan.

Alasan dibalik bertambahnya gangguan kesuburan menurutnya, dipicu sejumlah faktor eksternal yang berkaitan dengan gaya hidup.

“Gangguan kesuburuan bersumber dari pola hidup seperti merokok, alkohol, obesitas sampai polusi udara, dapat memicu gangguan kesuburan,” ujar Anantasika di acara talkshow yang diadakan oleh Unit Layanan Reproduksi WIJA RSIA Puri Bunda, Minggu, 23 Februari 2020.

Bahkan bagi wanita bukan perokok, namun sering terpapar asap rokok, menurut Anantasika, tetap akan terganggu fertilitasnya. Menurunnya kesuburan perempuan juga didukung oleh jumlah sel telur yang menurun setiap kali haid.

“Misalnya, pada haid pertama jumlah sel telur sebanyak 500 ribu, itu akan dipakai sampai masuk masa menopause, pada kelompok tertentu jumlah sel telur akan berkurang lebih cepat,” terangnya demikian.

Kepala Unit Layanan Reproduksi WIN ini mengatakan, perempuan lebih rentan mengalami gangguan kesuburan dibandingkan pria. Faktor penyebabnua bisa terjadi secara umum dan kelainan organ reproduksi seperti saluran telur atau sperma.

Hnaya saja, prosentase terbesar, mencapai 40 persen, infertilitas disebabkan oleh gangguan telur, 10 faktor lain dan ada juga penyebab yang tak bisa dijelaskan.

Sementara, RSIA Puri Bunda menjadi satu-satunya rumah sakit di Bali yang memiliki unit layanan reproduksi. ULR WIN yang dikembangkan, adalah unit bayi tabung paling anyar yang ada di Bali dengan peralatan moderen dan terbaru.

“Mengusung tagline ‘Merawat Kehidupan’, RSIA Puri Bunda hadir memberi layanan dan solusi pada salah satu fase penting dalam kehidupan, yakni fase reproduksi,” kata Direktur RSIA Puri Bunda Denpasar dr. Dewa Ayu Ari Padmadewi, MARS.

ULR WIN RSIA Puri Bunda berdiri pada 2017. Selama 3 tahun beroperasi jumlah pasien yang ditangani meningkat 200 persen. Merayakan usia ketiga tahun ini, kata Ari Padmadewi, pihaknya mempersembahkan 10 paket bayi tabung dengan harga terbaik.

“Program ini kami persembahkan untuk hampir 55.000 pasangan yang mengalami masalah infertilitas di Bali sampai saat ini,” jelasnya.

“Saat ini, kami berhasil mengembangkan struktur biaya yang relatif lebih rendah dibanding sentra lainnya dan kualitas layanan premium,” tambah Ari Padmadewi. (Way)