Indonesia Tawarkan ‘Our Eyes’ Untuk Pertukaran Informasi di Kawasan

    


Soft launching pertukaran informasi di kawasan yang dikenal dengan 'Our Eyes' di Nusa Dua, Bali, Kamis, 26 Januari 2018 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Menhan RI Ryamizard Ryacudu menawarkan strategi pertukaran informasi yang disebut dengan ‘Our Eyes’ kepada negara di kawasan Asean.

Konsep ‘Our Eyes’ bakal dibakukan sebagai platform kerja sama konkrit dan telah didukung secara aklamasi oleh para Menteri Pertahanan di Asean.

“Konsep ini seperti ‘Five Eyes’ Amerika dan sekutunya yang melibatkan unsur kerja sama pertahanan militer dan jaringan intelijen secara terintegrasi,” jelas Ryamizard saat pertemuan Menhan Asean di Hotel Mulia, Nusa Dua, Bali, Kamis, 25 Januari 2018.

Kerjasama Menhan Asean, dikatakan Ryamizard Ryacudu, dalam rangka memperkuat kerjasama regional menghadapi ancaman bersama di kawasan yakni, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura.

“Khususnya, ancaman terkait terorisme dan radikalisme,” jelas Ryamizard.

Kesepakatan kerja sama ini ditandai dengan soft launching acara ‘Our Eyes’ oleh Menhan RI Ryamizard Ryacudu bersama Wakil Menteri pertahanan (Wamenhan) dari Brunei Darussalam, Singapura, Filipina dan Malaysia.

Latar belakang gagasan atau inisiatif kerja sama ‘Our Eyes’ ini dipengaruhi oleh adanya ancaman terorisme dan radikalisme di kawasan Asia Tenggara.

Mengingat, kata Ryamizard, masing-masing negara memiliki cara yang berbeda dalam ancaman tersebut, maka dibutuhkan sinergitas dan koordinasi dalam rangka mendapatkan informasi yang strategis.

“Kerjasama ini untuk mempercepat kerjasama antar negara Asean. Diharapkan, dengan adanya kerjasama ini dapat menanggulangi ancaman radikalisme, ekstrimisme dan terorisme supaya dapat meminimalisir jatuhnya korban,” jelas Ryamizard.

Dalam mekanisme konsep ‘Our Eyes’ negara peserta dapat saling bertukar informasi strategis yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan operasi melawan terorisme.

Pembaharuan informasi strategis terkini terkait dengan terorisme dan redikalisme tersebut, akan sangat membantu dalam mempertajam asumsi atau prediksi situasi. Disamping, mendukung dalam pengambilan keputusan yang tepat dalam upaya penanggulangan terorisme dan radikalisme. (*)