Implementasikan P5 Tema Kearifan Lokal, Siswa SMPN 5 Purworejo Eksplorasi Empon-empon

oleh
Kepala SMPN 5 Purworejo, Amir, S.Pd.,M.Pd. - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Implementasikan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) bertemakan ‘Kearifan Lokal’, siswa SMPN 5 Purworejo dari kelas VII melakukan eksplorasi terhadap empon-empon.

Kegiatan projek diawali pada Senin (31/10/2022), dengan memperkenalkan anak/siswa terhadap berbagai macam jenis empon-empon. Dalam hal ini, siswa diminta untuk mengamati, mencermati dan mencium berbagai jenis empon-empon yang sudah dipersiapkan pihak sekolah.

“Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan anak mencari informasi tentang manfaat empon-empon itu. Selanjutkan anak praktek membuat minuman dari dari empon-empon seperti wedang jahe dan lain sebagainya,” jelas Kepala SMPN 5 Purworejo, Amir, S.Pd.,M.Pd., Kamis (10/11/2022).

Pada Rabu (09/11/2022) lalu, kata Amir, siswa diajak ke tempat produsen pembuatan makanan dan minuman yang berbahan dasar atau ada campuran empon-emponnya.

Dibagi perkelas, siswa diajak ke sentra pembuatan tahu yang pewarnanya dari kunyit di Bandung Kidul, pembuatan egg roll yang ada jahenya di daerah Senepo Timur, pembuatan gula jawa jahe di Semawung, serta pembuatan jamu di Katerban, Kliwonan dan Asem Kranji.

Siswa SMPN 5 Purworejo saat mempresentasikan hasil kunjungan ke sentra-sentra produksi berbahan empon-empon dalam Projek P5 bertema Kearifan Lokal - foto: Sujono/Koranjuri.com
Siswa SMPN 5 Purworejo saat mempresentasikan hasil kunjungan ke sentra-sentra produksi berbahan empon-empon dalam Projek P5 bertema Kearifan Lokal – foto: Sujono/Koranjuri.com

“Satu kelas mengunjungi satu sentra produksi. Mereka didampingi 13 guru pendamping,” terang Amir sambil menyebut, bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk dari model Kurikulum Merdeka Belajar.

Dalam kunjungan itu, siswa mengamati, mempelajari cara pengolahan masing-masing produk, yang menggunakan empon-empon sebagai bahan campurannya, serta mempraktekan cara pengolahannya hingga hasil akhirnya berupa sebuah produk.

Selesai kunjungan, siswa menuju Mercu Suar di Pantai Ketawang, Grabag untuk melakukan refleksi. Mereka, mempresentasikan hasil dari kunjungannya itu di hadapan teman-temannya. Dalam refleksi ini, siswa dibagi secara berkelompok, dengan anggota 4 siswa perkelompok.

“Kami punya tujuan, agar anak betul-betul tidak hanya menerima teori di kelas, tapi bisa belajar secara langsung dari cara pembuatan tahu, gula jawa, egg roll serta pembuatan jamu. Sehingga endingnya itu nanti anak-anak bisa menghasilkan produk dengan berbahan empon-empon tadi, yang nanti akan kita pasarkan pada Pasar Raya di bulan Desember,” ungkap Amir.

Saat ini, ujar Amir, siswa tengah mempersiapkan desain, baik logo ataupun kemasan untuk produk yang akan dihasilkan nantinya. Desain tadi, sangat mendukung untuk pemasaran produk, yang dibuat semenarik mungkin, agar konsumen tertarik dan membelinya.

Selama proses pelaksanaan projek ini, menurut Amir, diadakan penilaian untuk raport pendidikan nantinya. Penilaian ini, meliputi elemen-elemen yang ada dalam P5, yakni, berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.

“Harapannya anak-anak itu bisa memanfaatkan alam sekitar dan hasil-hasil bumi untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat Indonesia,” pungkas Amir. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News