Imigrasi Bebaskan Denda Overstay WNA

    


Suasana pelayanan perpanjangan ijin tinggal dalam keadaan terpaksa di salah satu kantor imigrasi di Bali pada Senin (23/3/2020) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pelayanan imigrasi membebaskan denda bagi orang asing yang tinggal di Indonesia melebihi batas (overstay).

Keputusan itu tertuang dalam Surat edaran Nomor: IMI-GR.01.01-2114 Tahun 2020, tentang pembatasan layanan Keimigrasian untuk dalam mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan kantor Imigrasi.

SE itu salah satunya memberikan informasi kepada orang asing untuk tidak perlu mengajukan permohonan izin tinggal keadaan terpaksa.

Karena apabila izin tinggal telah
melewati batas waktu (overstay) akan diberikan biaya beban dengan tarif Rp 0,00 (nol rupiah) merujuk kepada Pasal 5 ayat (6) huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM.

Kemudian dilanjutkan dengan informasi, bahwa Orang Asing yang diberikan biaya beban nol rupiah sebagaimana dimaksud pada huruf b adalah Orang Asing yang masuk ke wilayah Indonesia setelah tanggal 5 Februari 2020.

“Disetujui, mulai hari ini (Senin, 23/3/2020) overstay bagi WNA tidak dipermasalahkan. Nantinya kalau mereka akan pulang ketika melalui Airport tidak akan dipersoalkan oleh imigrasi, dari airport manapun,” jelas Kepala Kanwilkumham Bali Sutrisno Sutrisno, Senin (23/3/2020).

Sementara, warga negara asing yang mengajukan perpanjangan ijin tinggal dalam keadaan terpaksa totalnya berjumlah 2.500 orang. Mereka mengajukan perpanjangan melalui kantor layanan Kanim Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai sebanyak, Kanim Kelas I TPI Denpasar dan Kanim Kelas II Singaraja. (Way)