IMF-WB di Bali Jadi Percontohan Terbaik yang Pernah Ada

    


Gubernur Bali I Wayan Koster - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pertemuan tahunan IMF-WB di Nusa Dua Bali, menjadi yang terbaik dibandingkan pertemuan yang diselenggarakan sebelumnya di negara lain. Pola itu, dikatakan Gubernur Bali I Wayan Koster, akan digunakan sebagai standar kualitas pertemuan IMF-WB di negara lain.

“Ini akan dijadikan standar penyelenggaraan IMF mendatang. Jadi percontohan dan terbaik dari yang pernah ada,” jelas Koster di Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Senin, 15 Oktober 2018.

Pertemuan IMF-WB di Bali menjadi yang terbesar setelah perhelatan yang sama di Washington DC. Disitu ada 14 ribu delegasi yang hadir. Sedangkan di Bali sendiri ditargetkan 15 ribu delegasi namun, peserta terus meningkat hingga 36 ribu orang.

Ada 2.000 lebih pertemuan yang dilaksanakan secara paralel saat perhelatan IMF-WB di Nusa Dua, Bali. Pertemuan itu juga berlangsung aman dan lancar sesuai skenario. Koster mengapresiasi kesiapan teknis yang benar-benar rapi dan apik.

“Indonesia mendapatkan apresiasi tinggi dari IMF dan Bank Dunia atas penyelenggaraan yang dinilai sukses dan punya standar pengamanan yang tinggi,” tambahnya.

Perhelatan kelas dunia itu, menurut Koster, menjadi sebuah kehormatan bagi masyarakat Bali sebagai tuan rumah. Koster juga memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Bali yang turut berperan serta dalam mensukseskan pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia itu.

“Ini membanggakan bagi Bali dan Indonesia. Kami merasa ini suatu pekerjaan besar yang dikelola dengan baik dan dapat pengalaman dari pelaksanaannya,” ujar Koster.

Bali secara langsung maupun tidak langsung, mendapatkan benefit dari perhelatan yang telah berlangsung. Dukungan pembangunan infrastruktur strategis seperti underpass Ngurah Rai, pengembangan apron bandara Ngurah Rai dan penanganan tempat pemrosesan akhir (TPA) dibangun di Bali untuk menyiapkan Bali sebagai tuan rumah IMF-WB.

Peningkatan jumlah lapangan kerja mencapai 32.700 orang dan meningkat 1,26 persen. Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat diatas Rp 1,2 trilyun dan peningkatan ekonomi Bali mencapai lebih 6,5 persen.

Peningkatan promosi dan citra pariwisata Bali menjangkau 189 negara secara gratis. (Way)