IMF Mendorong Bank Dunia Gandeng Sektor Publik dan Swasta

    


Pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral di dunia dalam Annual Meeting 2019 di Gedung Bank Dunia, Washington DC, Amerika Serikat - foto: Dedy Rochendi/channelbali.com

KORANJURI.COM – Hari terakhir pertemuan dana Moneter internasional dan Bank Dunia membahas terkait pertumbuhan ekonomi global yang terus mengalami pelemahan pada Sabtu, 19 Oktober 2019 di Washington DC.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva bertemu dengan pembicara yang juga mantan bos IMF Christine Lagarde. Dalam laporan Pembangunan Dunia 2020, di sektor perdagangan untuk pembangunan di era Rantai Nilai Global, masih mencerminkan laju pelemahan investasi dan perdagangan.

“Risiko penurunan berlanjut karena ketidakpastian kebijakan yang berkelanjutan, ketegangan perdagangan, volatilitas keuangan, dan meningkatnya utang,” kata Kristalina Georgieva di Gedung Bank Dunia Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (19/10/2019).

Kelompok Bank Dunia (WBG) dan Dana Moneter Internasional (IMF), menurutnya, terus bekerja dan menjalin kerjasama untuk meningkatkan potensi pertumbuhan, meningkatkan ketahanan terhadap guncangan, meningkatkan pendapatan domestik dan terus membangun penyangga kebijakan.

Kelompok Bank Dunia dan IMF disebutkan, terus mempromosikan langkah-langkah pengaturan dan operasional yang efektif demi mendorong transparansi pajak dan memerangi penghindaran pajak ilegal, pencucian uang, aliran keuangan terlarang dan tantangan lain terhadap integritas sistem keuangan internasional. Termasuk, penanganan korupsi.

Ditambahkan lagi, efek positif dari ekspansi perdagangan dan rantai nilai terbukti terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan, pekerjaan, produktivitas, maupun transfer teknologi. Dan yang paling penting, ujarnya, adalah pengentasan kemiskinan.

“Pada saat yang sama, keuntungan perdagangan tetap tidak merata di dalam dan di seluruh negara. Kelompok Bank Dunia bekerja bersama negara-negara anggota untuk mewujudkan perdagangan dan investasi yang bebas, adil, tidak diskriminatif, transparan, dapat diprediksi dan stabil,” ujarnya demikian.

Pihaknya terus mendorong kelompok Bank untuk terus bekerja dengan mitra sektor publik dan swasta.

“Tindakan-tindakan ini penting untuk mencapai tujuan menghilangkan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kesejahteraan bersama secara berkelanjutan,” kata Kristalina.

Banyak negara menghadapi persoalan konflik dan kekerasan maupun terdampak bencana alam yang membuat rentan terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, faktor-faktor ini menciptakan risiko dan tantangan. Untuk mengatasinya diperlukan inovasi dan peningkatan dukungan. (Dedy Rochendi/channelbali.com/*)