IKIP PGRI Bali Gelar Piodalan Purnama Kasa

    


Rektor IKIP PGRI Bali, I Made Suarta menyerahkan piala kepada mahasiswa pemenang lomba - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kampus IKIP PGRI Bali menggelar kegiatan tradisi Piodalan yang bertepatan dengan Purnama Kasa. Piodalan atau Odalan dalam tradisi umat Hindu di Bali merupakan upacara persembahan yang ditujukan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan segala manifestasinya.

Rektor IKIP PGRI Bali, I Made Suarta menjelaskan, tradisi Piodalan di kampus diadakan setiap sekali dalam satu tahun dan selalu bertepatan dengan Purnama Kasa. Kegiatan dipusatkan di aula dan Pura yang berada di dalam kampus.

Persembahyangan dipimpin oleh Ida Sri Bagawan Ciwa Putra Manuaba dari Geria Ciwa Manuaba, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan.

“Ini diadakan setiap setahun sekali bertepatan dengan Purnama Kasa. Piodalan tahun ini lebih spesial,” jelas I Made Suarta, Sabtu, 8 Juli 2017.

Kekhususan Piodalan tahun ini ditambahkan Rektor Made Suarta, karena adanya 12 mahasiswa asing yang ikut terlibat dalam kegiatan itu. Mahasiswa yang berasal dari negara Korea, Norwegia maupun Hongaria ini menjadi penabuh gamelan.

Dikatakan Made Suarta, para mahasiswa asing ini menimba ilmu selama satu semester di Kampus tersebut dan mempelajari bahasa serta kebudayaan Bali. Setiap tahun, jelas Suarta, IKIP PGRI Bali menerima mahasiswa asing dalam MoU pertukaran pelajar dari sejumlah negara.

Dari performance mereka saat menjadi penabuh, terlihat kemampuan seni yang cukup fasih dalam memukul dan memainkan gamelan. Penampilan seni tabuh itu diolah dalam nuansa lagu-lagu daerah tanah air dengan kecepatan irama gending Bali yang ritmis.

Sementara, sebelum Piodalan yang menjadi acara puncak, IKIP PGRI menyelenggarakan kegiatan lomba membuat Penjor, Ngelawar dan Lomba LKTI.

“Lomba ini diikuti peserta dari kalangan internal kampus,” jelas Made Suarta.
 
 
Way