Ibu Jadi TKW, Bertahun-tahun Anak Jadi Pelampiasan Nafsu Ayah Kandung

    


Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan, bersama Al, tersangka yang tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri, kini ditahan di Mapolres Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Satreskrim Polres Purworejo berhasil mengamankan Al (59), seorang lelaki yang berdomisili di Tegalmalang, Purworejo. Al diduga kuat telah melakukan persetubuhan terhadap Bunga (14), anaknya sendiri, dengan menjadikannya budak seks selama bertahun-tahun.

Terungkapnya kasus persetubuhan terhadap anak ini, setelah Bunga, siswa sebuah SMP swasta di Purworejo, pada Minggu (24/3) mengaku pada kakak dan bibinya, bahwa dia telah sering kali disetubuhi ayah kandungnya sejak tahun 2013 sampai dengan terakhir, Sabtu, 19 Januari 2019.

“Perbuatan bejat yang tersangka lakukan, dimulai sejak korban masih SD, dan ibunya menjadi TKW,” jelas Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, melalui Kasatreskrim AKP Haryo Seto Liestyawan, Kamis (4/4).

Dalam melakukan aksinya, ungkap Haryo Seto, tersangka selalu mengancam korban, dan dilakukan saat rumah dalam keadaan sepi pada malam hari. Semua itu terjadi, di sebuah rumah kontrakan di Purworejo.

Jika korban menolak kemauan tersangka, kata Haryo Seto, maka tersangka akan marah-marah dan merusak barang-barang yang ada di rumah, serta melakukan pengancaman akan membunuh adik-adiknya.

“Saat akan beraksi, tersangka selalu minum obat kuat, dan untuk mencegah supaya korban tidak hamil, korban disuruh minum obat pelancar haid,” kata Haryo Seto, yang didampingi Kasubbag Humas Iptu Siti Komariah.

Dari kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain, satu buah baju tidur warna pink, satu buah celana panjang warna hitam, 10 butir pil / kapsul warna merah, dan 2 butir pil / kapsul warna putih.

Dalam hal ini, tersangka dijerat dengan pasal Pasal 81 (2) UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya, minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Haryo Seto. (Jon)