Holding BUMDes Gianyar Lebarkan Sayap ke Seluruh Bali

    


Salah satu BUMDes di Kabupaten Gianyar - foto: Catur/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sukses mengayomi dan menjembatani BUMDes di seluruh desa di Gianyar, PT BUMDes Gianyar Aman mulai menggeliat. BUMDes ini bakal mengembangkan sayapnya ke kabupaten/kota di seluruh Bali.

“Kita akan jajaki kerjasama dengan kabupaten lain,” jelas Ketua Forum BUMDes Gianyar Aman, Wayan Sukadana, Kamis (23/7/2020).

Holding Gianyar Aman ini kedepannya dalam bentuk penyertaan saham oleh kabupaten.

“Kita jajaki kerjasama dan holding kami siap melayani di seluruh Bali,” kata Sukadana.

Sampai saat ini, Holding Gianyar sudah memiliki gudang di Desa Kemenuh dan Desa Tunjuk, Tabanan.

Produk yang dijual di BUMDes seperti beras, gula, sembako, produk Unilever, produk Wings dan komoditas pertanian petani Bali.

“Tidak semua produk pertanian bisa masuk, pertama kami lihat kualitas dan konsistensi pengadaan barangnya, sebab bila masuk holding, barang tersebut harus tersedia konsisten,” ujarnya.

Produk pertanian yang sedang dijajaki berasal dari petani di Kecamatan Tegalalang, seperti jeruk dan buah lainnya. Kopi bubuk Kecamatan Pupuan, termasuk kacang Mete dari Kecamatan Kubu, Karangasem.

“Masih banyak potensi produk pertanian lokal yang bisa masuk di holding, asal kualitas dan konsisten, pasti bisa masuk holding,” tambahnya.

Dikatakan, seluruh Desa di Gianyar yang mengelola BUMDes kini sudah tergabung dalam Holding Bumdes, sehingga barang dagangannya diambil dan diantar oleh Holding.

“Artinya, BUMDes yang ada di desa, seluruh barang dagangannya berasal dari holding yang dikelola bersama melalui Holding Gianyar Aman,” terangnya.

Dari 57 desa yang sudah memiliki BUMDes, ada 50 desa yang sudah bergabung untuk membentuk BUMDes Gianyar Aman Sejahtera. Masing-masing desa mengeluarkan modal/saham sebesar Rp 50 juta dan bekerjasama dengan PT Mitra BUMDes Nasional dengan suntikan dana Rp 550 juta.

Dikatakannya lagi, BUMDes yang ada di tiap desa diwajibkan menampung produk-produk lokal yang memiliki nilai jual.

“Yang jelas produk lokal harus ditampung di BUMDes, namun produk pertanian ini juga harus berkualitas dan memiliki daya saing,” jelasnya. (ning)