HLM TPID Bali, Koster: Operasi Pasar Kendalikan Inflasi Jelang Nataru

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho dalam HLM TPID di gedung Gajah Jayasabha - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Menjelang Natal dan Tahun Baru, Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan upaya pengendalian inflasi dilakukan dengan operasi pasar serta melakukan inspeksi mendadak.

Sidak, menurut Gubernur, menyasar pasar dan distributor. Selain itu, Koster juga meminta ada kerjasama dengan daerah penghasil kebutuhan bahan pokok.

“Termasuk, gerakan menanam, menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT), dan subsidi transportasi dari APBD,” kata Koster dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali, Jumat (17/12/2022).

Persoalan yang terus berulang menjelang Nataru, kata Koster, adalah penurunan pasokan beras dan produksi hortikultura seperti bawang merah, cabai, tomat.

Hal itu menurut Gubernur harus diwaspadai. Gejolak harga juga dipicu peningkatan wisatawan menjelang libur akhir tahun. Di tahun ini, kenaikan harga BBM non subsidi juga memicu inflasi.

Terlebih lagi, masyarakat Bali di awal Januari 2023 akan merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Sehingga, permintaan canang sari memicu naiknya pergerakan harga.

“Perlu kerja sama antar pemerintah Kabupaten dan Kota tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan pangan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menjelaskan,
Provinsi Bali menduduki urutan inflasi tertinggi ke-6 sebesar 6,62, year on year (yoy).

“Jadi selain komoditas hortikultura yang perlu diwaspadai adalah harga canang sari,” kata Trisno Nugroho.

Bank Indonesia merekomendasikan upaya jangka menengah dan panjang diantaranya,
memperkuat branding dan meningkatkan penggunaan produk pangan lokal Bali, pembentukan BUMD pangan dan pembentukan pasar induk di Bali. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News