Heroin 1 Kg Disimpan di Pemakaman, Pelaku Tewas Ditembus Timah Panas

oleh
Foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Satu kilogram heroin diamankan petugas dari tempat sampah di kawasan pemakaman Jeruk Purut, Kemang, Jakarta Selatan. Pengedar narkoba golongan I itu tewas diterjang timah panas petugas. Pelaku berinisial JAJ.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus menjelaskan, jaringan JAJ terungkap dari informasi tentang peredaran narkoba di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

“Pada Rabu, 29 Januari, sekitar pukul 05.00 WIB petugas berhasil menangkap tersangka D di kawasan Jalan Bangka, Mampang Prapatan, beserta barang bukti tujuh gram heroin,” kata Yusridi Mapolda Metro Jaya, Senin, 3 Februari 2020.

Dari tersangka D, kata Yusri, diperoleh narkoba berasal dari nama baru berinisial JAJ. Polisi kemudian memancing tersangka JAJ untuk mengantar heroin lagi. Setelah ditunggu beberapa saat, sekitar pukul 17.30 WIB JAJ datang dan petugas langsung menangkapnya.

Dari tangan JAJ berhasil disita 8 gram Heroin dan 35 gram lain yang disembunyikan di dalam jok motor. Petugas Unit 3 di bawah pimpinan Kompol Dicky F. Bachriel terus mengembangkan kasus penangkapan itu dan menangkap SW bersama temannya A di daerah Bintaro, dengan barang bukti alat hisap dan sabu-sabu seberat 1 gram.

Hasil interogerasi terhadap tersangka SW, JAJ adalah bosnya dan merupakan bandar besar narkoba.

“Dari info itu petugas mendalami kasus ini dan tersangka JAJ ternyata masih menyimpan heroin sebanyak 1 Kg,” jelas Yusri.

Pada Kamis dini hari 30 Januari 2019 sekitar pukul 03.30 WIB dilakukan pengembangan di daerah pemakaman Jeruk Purut, untuk mengambil heroin 1 kg. Tersangka JAJ yang borgolnya dilepas karena ingin buang air kecil, tiba-tiba melakukan penyerangan dan mencoba merampas senjata petugas.

Petugas melakukan tindakan tegas dan terukur. Selanjutnya tim membawa tersangka ke RS. Sukamto Polri untuk mendapatkan pertolongan. Namun dalam perjalanan ke RS tersangka JAJ meninggal dunia.

Barang bukti heroin 1 kg berhasil diamankan. Petugas menemukan heroin itu disembunyikan di tempat sampah.

Tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukumannya, pidana penjara 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan pidana denda paling sedikit Rp 1 milyar, dan paling banyak Rp 10 milyar. (YT)

KORANJURI.com di Google News