Hari Disabilitas, Selly Mantra: Peluang Disabilitas Tak Dibedakan

    


Pemerintah Kota Denpasar menggelar jalan santai memperingati Hari Disabilitas Internasional, Jumat (7/12/2018)  di Lapangan Lumintang Denpasar - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pemerintah Kota Denpasar menggelar jalan santai memperingati Hari Disabilitas Internasional, Jumat (7/12/2018) di Lapangan Lumintang Denpasar. Acara ini diikuti komunitas sosial di Kota Denpasar, anak-anak panti asuhan, komunitas Skizofrenia Rumah Berdaya Denpasar, disabilitas Denpasar yang meliputi komunitas Tuli, Tuna Netra, hingga Tuna Grahita. 

Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar I.A Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan, dalam kegiatan pelaksanaan jalan santai dan perlombaan, para disabilitas diberikan kesempatan yang sama, berbaur dalam kesetiakawanan sosial serta tidak ada perbedaan.

“Kita sama dan tidak berbeda, bahagia dalam kebersamaan menjadi sebuah kesetiakawanan sosial, dengan memberikan kesempatan yang sama dalam setiap pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya.

Selly mengaku setiap tahun melibatkan peran serta seluruh komunitas sosial di Denpasar dalam kebersamaan memberikan kesempatan kepada disabilitas dan juga anak-anak panti asuhan. Saat ini dengan bentukan Rumah Berdaya yang merangkul rekan-rekan penyandang Skizofrenia juga terus dilibatkan. Sehingga kegiatan ini mampu mensosialisasikan bersama bahwa keberadaan komunitas-komunitas ini telah ikut serta dalam pembangunan di Kota Denpasar.

“Tidak saja pada ajang Hari Disabilitas Internasional dan HKSN. Namun secara rutin K3S sebagai mitra sosial Pemkot Denpasar melibatakan Coorporate Social Responsibility (CSR) memberikan bantuan dalam kegiatan berbagi kasih. Disamping itu juga para disabilitas di Kota Denpasar juga diberikan ruang yang sama dengan masyarakat umum lainnya, hingga membuka seluas-luas kesempatan kerja bagi para disabilitas,” ujarnya.

Selain itu, pelatihan dalam menunjang kreativitas disabilitas juga rutin digelar, seperti pelatihan memijat, kewirausahaan, bioskop berbisik, hingga pemilihan Putra-Putri Tuli yang melibatkan peserta dari seluruh Bali.

“Kesempatan dan ruang kreatifitas sangat dibutuhkan kawan-kawan disabilitas dalam meningkatkan kemandirian mereka,” ujarnya.

Sementara Kadis Sosial Denpasar, Made Mertajaya mengaku kegiatan ini untuk mereka dan dari mereka kalangan disabilitas hingga komunitas sosial Denpasar. (ari/hum)