Harga Bahan Pokok di Bali Terkendali Jelang Ramadhan

    


Foto: Ilustrasi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Lasminingsih memastikan kebutuhan bahan pokok di Bali menjelang ramadhan dan hari raya lebaran, aman.

Hal itu diungkapkan ketika menggelar memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Denpasar, Kamis (3/5/2018).

“Kemendag akan menugaskan 200 pegawai untuk turun langsung ke daerah yang berpotensi rawan,” jelas Lasminingsih.

Dalam rangka pemantauan harga bahan pokok (bapok) di pasar, peninjauan dilakukan di Pasar Kreneng dan Pasar Badung. Dari hasil pemantauan, diketahui harga dan pasokan di kedua pasar tersebut stabil dan terkendali.

Pantauan per 2 Mei 2018, harga beras
Rp 9.450/kg, minyak goreng curah Rp 11.025/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.750/liter, cabai merah keriting Rp 41.250/kg, bawang putih Rp 22.500/kg, bawang merah Rp 36.250/kg, dan telur ayam ras Rp 21.800/kg.

Sedangkan pantauan di ritel modern di Denpasar, harga kebutuhan pokok sesuai HET yang sudah ditetapkan. Ketersediaan barang pokok di pasar moderen juga mencukupi.

Kebijakan HET yang berlaku di Bali yakni, gula Rp 12.500/kg, daging beku Rp 80.000/kg, minyak goreng kemasan sederhana
Rp 11.000/liter, minyak goreng curah Rp 10.500/liter, beras medium Rp 9.450/kg, dan beras premium Rp 12.800/kg.

Ketersediaan stok di gudang distributor
Bulog Divisi Regional Bali, pasokan bahan pokok terjamin dan aman menjelang Ramadan dan Lebaran 2018.

“Pemerintah Pusat tetap melakukan koordinasi dengan Dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok,” ujarnya. (*)