Hadroh Massal Dan Rekor MURI Tutup HSN Di Kabupaten Boyolali

    


Keterangan foto: Penyerahan rekor MURI kepada jajaran pengurus PCNU Kabupaten Boyolali.

KORANJURI.COM- Puncak rangkaian kegiatan Hari Santri di Kabupaten Boyolali di tutup pada Jumat malam (25/10/19) dengan menggelar pengajian akbar sekaligus penganugerahan rekor MURI Grebeg Sholawat Berseri selama 32 hari, 24 jam yang berlangsung di gedung NU Centre Boyolali.

Sebelumnya grebeg Sholawat sudah dimulai sejak tanggal 22 September 2019 hingga berakhirnya kegiatan acara HSN yang berlangsung pada Jumat malam.

Hadir pada acara penganugerahan rekor MURI, Ketua PBNU KH.Saiq Agil Siraj, Wakil Gubernur Jawa Tengah yang di wakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Biro Kesra) Jawa Tengah Muhammad Soqif.

‘Pada puncak acara, di gelar juga hadrah massal yang melibatkan tak kurang dari empat ribu orang penabuh, dari 162 group hadrah di 22 MWC se Kabupaten Boyolali ‘Jelas KH.Joko Parwoto,ST. Al Hafidz, selaku panitia HSN Kabupaten Boyolali.

Di tambakan oleh dia, secara umum kegiatan HSN di Kabupaten Boyolali berjalan dengan lancar.

Beberapa kegiatan yang selenggarakan selama HSN diantaranya, rukyah masal selama empat hari, seminar santri damai untuk Indonesia. Seminar Konvergensi Pencegahan Stunting, Seminar Digital Marketing dan Developer Syariah, ToT Cara Cepat Membaca Kitab Kuning, Sema’an Al Qur’an, dan lomba mewarnai Guru TK Muslimat NU.

Di akhir HSN di gelar kirab budaya, start dari lapangan Sunggingan dan berakhir di Pendhapi alit rumah dinas Bupati Boyolali.(*)