Hadiri Reuni Akbar Spentriba, Geredeg: SDM Karangasem Mampu Bersaing

    


Bupati Karangasem dua periode (2005-2015) I Wayan Geredeg menghadiri reuni akbar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Bebandem (Spentriba) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Bupati Karangasem dua periode (2005-2015) I Wayan Geredeg mengatakan, alumni memiliki peran strategis dalam membantu peningkatan kuantitas dan kualitas pendidikan di Karangasem, Rabu (16/5).

Hal itu disampaikan ketika memberikan ‘closing statement’ acara Reuni Akbar Spentriba Angkatan 1996-2014 yang dirangkaikan dengan pelepasan siswa kelas IX dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 yang resmi berdiri sejak tanggal 16 Mei 1997.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan pembentukan Ikatan Alumni Spentriba ini ditandai dengan pelepasan sepasang merpati sebagai pertanda pesan kerbersamaan, persaudaraan dan persahabatan abadi dalam ikut membangun pendidikan nasional.

Serta pemotongan tumpeng dan pemasangan pionering yang diiringi dengan tarian dan musik tradisinal Bali. Pendiri Gredeg Center ini menekankan, sumber daya manusia (SDM) orang Karangasem sejatinya tidak kalah dengan daerah lainnya.

Hal tersebut terbukti dengan dua orang dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) yang merupakan putra asli Karangasem.

Ia menuturkan, selama dirinya menjadi pejabat negara memajukan dunia pendidikan jadi upaya yang terus ia bangun.

“Tidaklah mudah karena berbagai keterbatasan dalam hal anggaran khususnya anggaran bidang pendidikan dan hasilnya tidak nampak seperti membangun sebuah gedung,” ujarnya.

Untuk itu, perjuangan membangun pendidikan yang lebih baik agar dilakukan bersama-sama dengan melibatkan semua komponen. Disamping itu, siswa agar tetap giat belajar dimanapun sekolah, tidak perlu gengsi meskipun sekolah di gunung (pedesaan).

“Saya saja sekolah swasta di Sibetan dan pernah menjadi seorang bupati, maka Alumni Spentriba kelak menjadi orang yang berguna bagi sekolah, masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Reuni Akbar Spentriba I Wayan Artaya menambahkan, momentum tersebut untuk mengetuk kesadaran semua alumni agar selalu ikut berperan mendukung pelaksanaan pendidikan yang lebih baik.

“Acara ini juga dapat dijadikan sebagai momentum mengucapkan syukur, bhakti dan terima kasih kepada guru dan sekolah karena telah memberikan pengetahuan laksana cahaya dalam kegelapan,” ungkapnya.

Sesuai dengan ajaran agama Hindu, acara tersebut merupakan bagian dari ‘Rsi Yadnya’ yang merupkan korban suci yang dilakukan kepada guru.

Selain itu, pihaknya juga akan mengajukan gagasan-gagasan pendidikan dalam mempercepat mewujudkan generasi emas Indonesia 2045.

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Bebandem Wayan Jati mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir, seraya memberi apresiasi yang tinggi terhadap Wayan Artaya selaku alumni yang menggagas acara ini dapat terlaksana.

“Terus terang, acara hari ini lebih meriah jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini karena keterlibatan alumni untuk pertama kalinya sehingga pengemasan acaranya juga sangat beda, lebih meriah,” terangnya.

Menurut dia, apa yang ditampilkan dalam pentas seni dan budaya merupakan hasil kreasi anak didiknya.

Bagi anak didiknya, Wayan Jati berpesan agar mereka selalu ingat akan almamaternya. Selain itu, pihaknya meningatkan anak-anak agar melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi karena ijasah SMP tidak cukup untuk terjun ke masyarakat.

Sedangkan kehadiran alumni di acara ini sangat diperlukan sebagai salah satu syarat akreditasi sekolah.

“Kehadiran alumni kami perlukan untuk akreditasi sekolah yakni pelacakan alumni,” tegasnya.

Pengawas SMP Kabupaten Karangasem Ida Bagus Nyoman Japa memberikan apresiasi terhadap kemajuan Spentriba dalam membangun SDM Karangasem selama 21 tahun.

Ia merasa bangga terhadap semangat siswa untuk sekolah di SMPN 3 Bebandem, mengingat pengalaman ketika mengajar di tempat ini. Siswa pagi-pagi sudah datang ke sekolah membawa oncor (lampu penerang dari bambu).

“Itu pertanda semangat anak-anak disini luar biasa,” ungkapnya.

Untuk itu, semangat belajar tersebut agar tetap dipupuk dalam meraih cita-cita setinggi langit.

Serta anak-anak alumni Spentriba agar berlomba mengikuti seleksi SMA/SMK Bali Mandara dengan catatan tetap memperhatikan syarat yang telah ditentukan.

“Jangan takut terhadap disiplin yang terapkan di sekolah Bali Mandara, karena lulusannya sudah terbukti sebagai harapan anak bangsa,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengadakan kegiatan implementasi “Manusia Yadnya” bakti sosial pasar murah yang melibatkan seluruh masyarakat dalam lingkungan SMPN 3 Bebandem.

Cek kesahatan gratis baik medis (Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Puskesmas Bebandem dan Tim Medis Paiketan Krama Bali), non medis (Ayur Veda) dan Komunitas Totok Punggung Bali yang diprioritaskan kepada masyarakat lansia.

Serta pembagian sembako gratis kepada lansia, bibit pohon pisang kepada Kelompok Subak Abian. Reuni Akbar Spentriba akan dimeriahkan oleh pagelaran hiburan seni tradisinal maupun moderen sebagai bentuk pelestarian budaya.

Hiburan yang disajikan yakni Lawak Bali, Tari Bali, Musik Pop Bali (Gus Yudha dan Kan Jaya).

Kegiatan tersebut didukung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Bali (Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kesehatan), Pemda Kabupaten Karangasem dan Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Wilayah Bali. (*)