Hadiri Launching CoE Banjarmasin, Koster Tepis Bali jadi ‘Kota Hantu’ Dampak Covid-19

    


Hadiri CoE Banjarmasin, Gubernur Bali Wayan Koster menepis Bali jadi 'Kota Hantu' akibat dampak covid-2019 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pada peluncuran calender of event (CoE) pariwisata Banjarmasin, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, pariwisata Bali masih ramai. Puluhan ribu wisatawan baik domestik maupun mancanegara masih berkunjung ke Bali. Ini menunjukkan bahwa Bali masih jadi destinasi pariwisata terbaik dunia.

Kota Banjarmasin meluncurkan agenda pariwisata di Pantai Double Six, Kuta, Badung pada Sabtu (22/2/2020).

“Jangan percaya pemberitaan di beberapa media yang mengatakan Bali sebagai kota hantu. Itu tidak benar, yang kita lihat sekarang, Bali masih hidup pariwisatanya,” ujar Koster.

Koster mengundang masyarakat dunia untuk tidak takut datang ke Bali. Sampai saat ini, Bali masih aman.

“Saya berharap musibah virus Corona bisa segera diatasi,” kata Gubernur.

Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini menambahkan, sektor pariwisata saat ini menempati peringkat kedua setelah minyak dan gas sebagai penghasil devisa negara terbesar.

Pariwisata juga berdampak secara langsung terhadap ekonomi yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, potensi pariwisata berbeda dengan sumber daya alam yang bisa habis karena pemanfaatan yang berlebihan.

“Semua pariwisata daerah di Indonesia harus bersinergi satu sama lain. Suatu hari Banjarmasin juga diharapkan bisa maju pariwisatanya seperti Bali,” ujarnya demikian.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengapresiasi perkembangan pariwisata Bali. Meski banyak isu menerpa, pariwisata Bali tetap eksis.

Banjarmasin punya seribu sungai dan mendapat julukan sebagai kota dengan sungai terindah di Indonesia.

“Kami optimis, potensi alam dan budaya yang kami miliki bisa menjadi sektor penggerak pertumbuhan perekonomian daerahnya,” kata Ibnu.

Calendar of Event 2020 yang diluncurkan di Bali ini, diharapkan jadi titik awal membangun branding Banjarmasin.

Selama promosi pariwisata di Bali, Banjarmasin juga mengenalkan kerajinan daerah, pentas seni dan budaya. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali dan Kalimantan Selatan, Forkopimda Banjarmasin, para pelaku pariwisata Bali dan Banjarmasin. (*)