Hadiri Dharma Shanti Yayasan Dwijendra, Koster: Saya Harus Lindungi Eksistensi Yayasan

    


Gubernur Bali I Wayan Koster menghadiri Dharma Shanti Tahun Baru Saka 1941 Yayasan Dwijendra, Senin, 8 April 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Gubernur Bali I Wayan Koster merasa prihatin atas gejolak yang sempat terjadi di Yayasan Dwijendra Denpasar. Hal itu diungkapkan Gubernur saat menghadiri Dharma Shanti Tahun Baru Saka 1941 Yayasan Dwijendra Denpasar, Senin, 8 April 2019.

Saat suksesi kepemimpinan yayasan pendidikan itu, Koster mengaku setiap saat mengikuti perkembangan yang ada. Gubernur menyatakan, dirinya mewakili pribadi maupun pemerintah Provinsi Bali, harus berbuat sesuatu agar polemik tidak berlarut-larut.

“Saya ikuti perjalanan dan perkembangan Yayasan Dwijendra dari luar. Saat terjadi sesuatu dan berdampak pada pendidikan, tanpa dimintai tolong, saya terpanggil untuk mengambil langkah,” ujar Koster, Senin, 8 April 2019.

Koster berempati terhadap lembaga yang mengelola pendidikan dari PAUD sampai perguruan tinggi tersebut. Gubernur mengaku segera mengambil sikap untuk menyelesaikan kemelut yang terjadi.

“Saya enggak kenal dengan Pak Wirawan (Ketua Yayasan) secara pribadi, kenal deket enggak, kenal biasa ya. Tapi yang harus saya selamatkan adalah lembaganya, moralnya, yang harus saya lindungi eksistensi yayasannya,” tambah Koster demikian.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster berpesan agar di setiap ruangan dicantumkan nama-nama pendiri yayasan, termasuk visi dan misi yang diemban.

“Saya ingin yayasan ini eksis berkelanjutan sesuai spirit pendirinya. Pemerintah berkontribusi, kalau sudah bener pasti saya akan berkontribusi,” kata Koster.

Dalam kegiatan itu, Gubernur Bali sekaligus juga memaparkan visi Nangun Sat Kerti Loka Bali terkait, pencapaian maupun program pembangunan di Bali.

Sementara, Ketua Yayasan Dwijendra Ketut Wirawan mengatakan, pihaknya berharap apa yang pernah terjadi di lembaga pendidikan yang dipimpinnya sekarang, menjadi langkah untuk membangun pendidikan yang lebih baik.

“Semua disini saudara, saya juga sudah capek dengan persoalan yang sangat menguras energi maupun materi seperti kemarin, kalah jadi abu menang jadi arang,” ujar Wirawan.

Dirinya mengamini yang disampaikan Gubernur Bali, visi dan misi serta cita-cita pendiri yayasan harus diteruskan. (Way)