Hadapi Nataru, Pasokan Gas Melon di Area Purworejo Ditambah

    


Suplay gas dari agen ke pangkalan - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menghadapi natal dan tahun baru, Pertamina menambah pasokan gas elpiji 3 kg untuk wilayah Purworejo. Penambahan kuota ini, naik 9,67 % dari sebelumnya.

Jika selama bulan Nopember kuota gas wilayah Purworejo mencapai 454.480 tabung, maka untuk bulan Desember, kuotanya naik menjadi 472.080 tabung. Jadi ada penambahan 17.600 tabung.

Demikian dijelaskan C. Panji, koordinator agen gas 3 kg wilayah Purworejo. Penambahan kuota itu, kata Panji, untuk 5 agen yang ada di Purworejo, yakni, PT Eka Karya Asta, PT Sida Karya Mulya, PT Dian Patra Rajasa, PT Marsudi, dan PT Bogowonto Gas Elpiji.

C.Panji, koordinator agen gas 3 kg wilayah Purworejo (kanan), bersama Indra Kurniawan,  Checker Simol 3 k Region IV Jateng-DIY - foto: Sujono/Koranjuri.com

C.Panji, koordinator agen gas 3 kg wilayah Purworejo (kanan), bersama Indra Kurniawan, Checker Simol 3 k Region IV Jateng-DIY – foto: Sujono/Koranjuri.com

“Penambahan kuota ini berlaku mulai 1 Desember 2017,” jelas Panji, Sabtu (2/12).

Tak hanya itu. Kata Panji, jika melihat kondisi dan situasi pasar masih kekurangan, masih ada stok cadangan, yang siap sewaktu-waktu dibutuhkan. Panji juga memastikan, meski ada hari libur nasional, suplay tetap jalan.

Akhir-akhir ini, masyarakat banyak mengeluhkan adanya gas melon yang isinya diduga kurang dari 3 kg. Untuk mengantisipasi hal ini, Panji menyarankan agar ditimbang dulu untuk memastikannya. Di pangkalan, diwajibkan untuk memiliki timbangan ini. Dan berat gas melon plus isinya, 8 kg.

“Jika memang timbangannya kurang dari 8 kg, bisa karena bocor atau lainnya, silahkan ditukar,” jelas Panji, didampingi Indra Kurniawan, SE, Checker Simol 3k Region IV Jateng dan DIY.

Menyoal keberadaan elpiji non subsidi di masyarakat, terang Panji, pihak Pertamina mewajibkan semua pangkalan menyediakan elpiji non subsidi 5 kg yang berwarna pink. Jika ada pangkalan tak menyediakannya, Pertamina akan menegurnya.

Dan bagi masyarakat yang merasa mampu dan ingin beralih ke gas non subsidi 5 kg, bisa menukarnya di pangkalan. Satu tabung gas melon plus uang Rp 225 ribu, maka akan mendapatkan satu tabung pink plus isi elpiji 5 kg.

Bisa juga, lanjut Panji, dengan menukar 2 tabung melon plus uang Rp 125 ribu. Jika ingin membeli tabung non subsidi ukuran 5 kg warna pink plus isinya, harganya Rp 335 ribu. Sementara untuk gas non subsidi 12 kg, bisa ditukar dengan bright gas 12 kg secara gratis.

“Jauh-jauh hari Pertamina sudah mengantisipasinya, karena pemakaian gas melon dipastikan akan meningkat. Namun masyarakat diminta jangan panik,” pungkas Panji. (Jon)