Hadapi Nataru, Jatah Gas Melon di Purworejo Ditambah

    


Bupati Purworejo Agus Bastian dan jajaran Forkopimda Kabupaten Purworejo, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) kebutuhan pokok masyarakat, di sejumlah agen LPG, Jum'at (21/12) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menghadapi Natal dan Tahun Baru 2019, jatah gas melon dari Pertamina untuk wilayah Purworejo, mengalami kenaikan 5,08 persen. Dari pasokan yang semula 17.875 tabung/hari, setelah fakultatif menjadi 18.782 tabung/hari.

Demikian dijelaskan Panji, selaku koordinator agen gas elpiji 3 kg wilayah Purworejo, di hadapan Bupati Purworejo Agus Bastian dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Purworejo, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) ke sejumlah Agen LPG, Jum’at (21/12).

“Penambahan kuota ini, untuk 5 agen yang ada di Purworejo, yakni, PT Eka Karya Asta, PT Sida Karya Mulya, PT Dian Patra Rajasa, PT Marsudi, dan PT Bogowonto Gas Elpiji,” terang Panji.

Usai melakukan sidak ke sejumlah agen LPG, bupati dan rombongan melanjutkan sidak ke gudang kepokmas (kebutuhan pokok masyarakat) dan Pasar Baledono.

Dari hasil sidak disimpulkan, bahwa harga bahan kepokmas masih stabil, tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Bupati menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik terkait harga pangan maupun stoknya.

“Meski ada kenaikan, tidak terlalu menonjol,” kata Agus Bastian.

Bupati memastikan, bahwa stok pangan cukup menjelang perayaan natal dan tahun baru. Dalam sidak tersebut, juga tidak ditemukan adanya penyimpangan. Kasus barang kadaluarsa yang dahulu pernah terjadi, saat ini sudah tidak ditemukan lagi.

Pada kesempatan itu, Bupati juga berkomitmen untuk terus berupaya meramaikan Pasar Baledono. Pemkab telah melakukan berupaya melakukan langkah-langkar, seperti menyediakan moda transportasi angkutan umum melewati kawasan Pasar Baledono.

“Dengan sidak ini, kita berharap menjelang natal dan tahun baru semua kebutuhan masyarakat terpenuhi,” kata Bupati usai sidak. (Jon)