Hadapi Kompetisi Dunia di Arab, Atlet Keahlian Indonesia Jalani Pelatihan di SMKN 1 Purworejo

    


Pelatihan yang dijalani Team Toyota di SMK 1 Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK N 1 Purworejo menjadi tempat pelatihan CNC Milling team PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT TMMIN), dalam menghadapi kompetisi keahlian tingkat dunia (World Skill Competition) di Abu Dhabi, Unit Emirat Arab, yang akan dilaksanakan pada 14-19 Oktober 2017 mendatang.

Team Toyota ini, sudah menjalani 3 kali, dari 5 kali pelatihan yang dijadwalkan. Untuk pelatihan yang ketiga, dilaksanakan dari tanggal 31 Juli hingga 4 Agustus 2017. Team diketuai Agung Satriawan (49), selaku expert (pendamping) dari Rizki Dwi Afrianto.

“Rizki ini, competitor, atlet yang mewakili Indonesia dari Toyota, yang akan berkompetisi di Abu Dhabi. Kebetulan, dia lulusan SMK N 1 Purworejo,” jelas Agung, Senin (31/7).

Di kompetisi tersebut, terang Agung, Rizki mewakili PT Toyota di bidang Prototype Modelling. Menurut Agung, di WSC Abu Dhabi ini, PT Toyota ikut di 3 bidang keahlian, yakni, Prototype Modelling, Plastic Die Engineering, serta Welding. Namun yang lolos, hanya bidang Prototype Modelling.

Kata Agung, PT Toyota sejak 2007-2015 selalu mengikuti kompetisi keahlian dunia yang diadakan tiap 2 tahun sekali ini. Beberapa diantaranya, sempat meraih medali perak dan perunggu. Agung menargetkan, Rizki bisa meraih emas. Dia optimis, Rizki bisa mencapainya. Di Abu Dhabi ini, Rizki akan bersaing dengan competitor dari 10 negara lainnnya.

Team dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia bersama Kepala SMK N 1 Purworejo, Budiyono, SPd, MPd - foto: Sujono/Koranjuri.com

Team dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia bersama Kepala SMK N 1 Purworejo, Budiyono, SPd, MPd – foto: Sujono/Koranjuri.com

“Di bidang Prototype Modelling ini, salah satu mesin yang digunakan itu CNC Milling. Dan mesin CNC Miiling di SMK N 1 Purworejo ini, sudah bagus dan memenuhi syarat, mendekati seperti di kompetisi. Itulah kenapa, pelatihan kita adakan di sini,” ujar Agung.

Dari 11 negara peserta, lanjut Agung, akan ada 11 model (prototype) yang berpeluang dilombakan. Dari jumlah itu, Agung yang sudah berpengalaman menjadi expert di kompetisi tersebut sudah bisa memprediksi, prototype dari negara mana yang akan dilombakan. Rizki mempelajari 4 prototype, yakni Indonesia, Taiwan, Cina, dan Swiss.

Mekanismenya, jelas Agung, para expert dari negara peserta akan berunding untuk menentukan, prototype dari negara mana yang akan dilombakan. Setelah ada keputusan, maka akan ada expert independen yang akan memodifikasinya untuk dilombakan. Agung berharap, prototype dari Indonesia bisa lolos menjadi prototype yang dilombakan, sehingga Rizki bisa berpeluang menang.

Khusus di kompetisi Abu Dhabi ini, kata Agung, agak sedikit beda, karena ada penambahan di bidang tekhnologi, yakni, CNC Milling dan 3D printing, selain mesin konvensional. Untuk pengerjaan satu model, diperlukan waktu 4 hari, dengan tahapan, 3 D design, 2 D drawing, manufacturing/modelling, dan painting/decorating.

“Kita punya target, 22 jam harus selesai. Dan si Rizki juga punya target sendiri, berapa jam dia mampu. Dari maksimal 20 jam yang kita harapkan, tapi Rizki sanggup 18 jam,” terang Agung.

Terpisah, Kepala SMK N 1 Purworejo, Budiyono, SPd, MPd mengaku sangat bangga, karena sekolahnya menjadi tempat pelatihan atlet PT Toyota, dalam mewakili Indonesia di kompetisi keahlian tingkat dunia tersebut. Budiyono sangat berharap, Rizki bisa meraih medali emas, dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.

“Kebetulan Rizki alumnus SMK N 1 Purworejo. Jika dia bisa menang, nama baik sekolah dan Purworejo juga bisa terangkat. Prestasi Rizki ini, bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi adik-adiknya,” ujar Budiyono bangga. (Jon)