Habis Tenggat Waktu, Lapak di Pantai Mertasari Dibersihkan Sat Pol PP

    


Petugas dan ekskavator saat pembersihan bedeng pedagang di Pantai Mertasari, Sanur, Rabu, 2 Januari 2019 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kesedihan para pedagang di Pantai Mertasari, Sanur tidak terbendung dan terlihat jelas saat warung mereka dirubuhkan dengan ekskavator. Warung-warung itu digusur oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali.

Seorang pedagang terlihat menangis dengan sejadi-jadinya. Kendatipun demikian, para petugas tetap melakukan tugasnya.

Dalam pembongkaran tersebut, tidak ada perlawanan dari pihak pedagang. Mereka hanya memandangi dengan pasrah dengan pelaksanaan pembongkaran pada Rabu (2/1/2019).

Penertiban sebanyak 17 bangunan milik pedagang sendiri berlangsung cukup singkat. Hanya dalam jangka waktu satu jam, dari pukul 10.30 WITA hingga 11.30 WITA. Lahan seluas 50 are yang telah disewa PT. Sanur Hasta Mitra sudah bersih dari lapak dan bangunan para pedagang.

Plt. Kasat Pol PP Provinsi Bali, Wayan Suarjana mengatakan, penertiban kali ini merupakan penegakan Perda pengelolaan lahan milik pemerintah, di mana bangunan tersebut merupakan bangunan yang menduduki lahan milik Pemprov.

“Gubernur Bali sebelumnya sudah memberikan batas waktu kepada penghuni lapak tersebut sehingga hari ini sudah jatuh tempo sehingga harus dilaksanakan penertiban lahan ini,” katanya.

Menurutnya, penertiban terhadap 17 bangunan atau lapak di lahan yang telah disewa PT. Sanur Hasta Mitra merupakan instruksi dari Gubernur Bali. Sebelumnya, sudah diberikan waktu oleh Gubernur Bali hinggal tanggal 31 Desember 2018 kepada pedagang lapak tersebut.

“Lokasi penertiban ini merupakan aset Pemprov Bali yang disewa oleh PT. Sanur Hasta Mitra selama 30 tahun, sehingga perlu dilaksanakan penertiban bangunan yang ada di lokasi ini untuk pembangunan yang mengarah kepada peningkatan obyek wisata di wilayah Sanur,” tandasnya. (*)