Guru Sejarah Se-Indonesia Ikuti Kemah di Perbatasan Indonesia-Australia

    


Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah peserta sebagai bentuk apresiasi yang telah menginjakan kaki di Pulau Rote - foto: Isak Doris Faot/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Direktorat Jenderal Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggelar Kemah Guru di Wilayah Perbatasan 2016. Lokasi kegiatan tersebut berada di Kabupaten Rote Ndao yang merupakan beranda Indonesia bagian Selatan.

Ketua Panitia, Edy Suardi mengatakan, kegiatan yang mengusung tema ‘Melintas Sejarah dan Merayakan Kebhinekaan’ ini berlangsung mulai 25-29 Agustus 2016.

Tahun ini peserta adalah perwakilan guru sejarah SMA dan SMK dari 34 provinsi se Indonesia yang setiap provinsi diwakili oleh 2 peserta
Jumlah keseluruhan peserta sebanyak 100 peserta.

“Peserta akan berdialog dengan masyarakat tentang kehidupan sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, dan geografi di wilayah perbatasan. Dengan begitu peserta bisa tahu kehidupan di wilayah perbatasan,” ujar Edy.

Dikatakan, seluruh peserta mengikuti ekskursi atau perjalanan ke wilayah terdepan untuk melihat lebih dekat segala permasalahan dan kondisi di garis depan perbatasan Indonesia Australia itu. Ekskursi akan dilaksanakan dengan mengunjungi Rumah Raja Tii, Pelabuhan Oaseli menuju Pulau Ndana, pengrajin seniman Sasando dan Tii Langga, Rumah Raja Rote, serta Perkampungan pembuat Tenun Rote.

Bupati Leonard Haning dengan senang hati menerima kehadiran peserta kemah Guru si Wilayah Perbatasan tersebut.

Ia berharap peserta dapat memberikan kontribusi pemikiran dan rekomendasi yang berharga bagi Pemkab untuk pengembangan pembangunan di wilayahnya.

Leonard Haning juga memaparkan kondisi geografis, ekonomi dan budaya dari Rote Ndao sejak 14 tahun berdiri sebagai sebuah daerah otonomi di beranda selatan RI tersebut.
 
 
Zak