Guru Ngaji Nekad Cabuli Santri Dibawah Umur

    


Luk, Kyai yang mencabuli santrinya saat ditahan di Mapolres Purworejo – foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Luk (28), warga Desa Cepedak, Kecamatan Bruno, kini harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, Luk yang berprofesi sebagai guru ngaji ini diduga telah melakukan tindak pidana persetubuhan dengan santrinya sendiri yang masih dibawah umur, sebut saja Bunga (15).

Luk dilaporkan polisi oleh Tutur (49), selaku orangtua Bunga, pada Rabu (7/9). Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini Luk mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo.

“Korban merupakan santri di pondok pesantren tempat pelaku mengajar,” jelas Kapolres Purworejo, AKBP Satrio Wibowo,SIK dalam gelar perkara kasus tersebut, Jum’at (9/9).

Menurut Kapolres, peristiwa tersebut terjadi pada hari Jum’at (2/9), sekitar jam 1.30 dinihari, di dalam kamar rumah orangtua pelaku.

Saat itu, korban yang tengah mondok tersebut dipanggil oleh pelaku, untuk menonton tv bersama di dalam kamar.
Dengan bujuk rayu, akhirnya korban dicium dan diraba-raba. Selanjutnya, dengan disertai ancaman, korban dipaksa melayani nafsu birahi pelaku.

Akhirnya, pada Selasa (6/9), saat korban pulang ke rumahnya di Desa Brondong, korban menceritakan kejadian tersebut pada orangtuanya. Karena tak terima, Tutur, selaku orangtua korban melaporkannya ke polisi.

“Dari kasus ini, kita menyita berbagai barang bukti, seperti satu buah baju hem ungu, sarung, serta celana dalam milik korban,” jelas Kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 81 dan atau 82 ayat 1 dan 2 UU RI No 35 tahun 2014, tentang UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, jo pasal 64 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara.

Dijelaskan oleh Kapolres, dari pengembangan kasus akhirnya terungkap, bahwa total ada 5 korban yang dicabuli pelaku, namun hanya satu yang disetubuhi.
 
 
Jon

Hits: 9