Gubernur: Tunggu Bali Sehat Baru Buka Obyek Wisata

    


Nusa Lembongan - foto: Ilustrasi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Gubenur Bali Wayan Koster memastikan, obyek wisata di Bali belum akan dibuka dalam waktu dekat ini. Meski, sejumlah kabupaten/kota di Bali mulai melonggarkan sejumlah obyek wisata meski dalam skala terbatas.

“Walaupun kewenangannya di Kabupaten/Kota, tapi sudah ada edaran dan himbauan Gubernur, tidak boleh membuka obyek wisata, termasuk, himbauan hari ini. Saya kira kita harus tertib,” jelas Gubernur di Jayasabha, Denpasar, Senin, 8 Juni 2020.

Dalam himbauan Gubernur Bali Nomor: 215/Gugascovid19/VI/2020
Pertimbangan, disebutkan, tentang larangan operasional dan aktivitas obyek wisata, hiburan malam, dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang.

Saat ini, dikatakan Gubernur, Gugus Tugas Nasional memberikan prioritas terhadap 102 Kabupaten/Kota di Indonesia, mulai membuka aktifitas. Pembukaan tahap I itu, menurut Koster, hanya untuk wilayah yang tidak terjangkit covid-19.

“Di Bali untuk sektor lain belum dibuka, termasuk pendidikan, apalagi pariwisata,” ujarnya.

Koster menggarisbawahi, sampai saat ini masih berlaku Peraturan Menkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia. Termasuk, transit orang asing.

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra memberikan keterangan resmi terkait Perda No.3 Tahun 2020 di Jayasabha, Denpasar, Jumat, 29 Mei 2020 - foto: Istimewa

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra memberikan keterangan resmi terkait Perda No.3 Tahun 2020 di Jayasabha, Denpasar, Jumat, 29 Mei 2020 – foto: Istimewa

Dikatakan lagi, pihaknya telah menugaskan Kadis Pariwisata Bali untuk memastikan bahwa obyek-obyek wisata di Bali belum bisa dibuka. Termasuk pembukaan kembali pantai secara terbatas.

“Jadi dilarang. Saya kira, untuk membuka pariwisata, pertama harus betul-betul Bali ini sehat. Artinya tingkat kesembuhan dan jumlah orang yang terjangkit menurun,” jelas Gubernur.

Di sisi lain, Koster juga menyoroti tentang kedisiplinan masyarakat yang cenderung menurun dalam melaksanakan protokol covid-19. Gubernur juga mengingatkan, kondisi pandemi yang dihadapi Bali saat ini merupakan masalah bersama.

“Pandemi ini kondisi yang harus dijalani dengan penuh semangat, kebaikan dan ketulusan hati, kesabaran, ketabahan, dan kegigihan,” Gubernur mengingatkan. (Way)