Gubernur Pastika Sebut Turis Takut dengan Istilah Earth Quake dan Eruption

    


Gubernur Bali I Made Mangku Pastika bertemu dengan pelaku wisata yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjelaskan ada perbedaan makna terkait erupsi dan kegempaan Gunung Agung yang dipahami oleh wisatawan yang akan berkunjung ke Bali.

Gubernur Pastika menjelaskan, wisatawan memahami arti earth quake dan eruption membawa dampak serius.

“Mereka (wisatawan asing) memahami earth quake sebagai gempa besar dan eruption adalah turunnya magma dalam jumlah besar. Padahal tidak seperti itu yang terjadi disini,” jelas Made Mangku Pastika saat bertemu Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB), di atas kapal Bounty Cruise, Minggu, 17 Desember 2017.

Persoalan itu menjadi lebih serius ketika pelancong asing banyak yang membatalkan kunjungannya berlibur di Bali. Namun di sisi lain, kata Pastika, situasi menurunnya kunjungan turis ke Bali dijadikan bahan refleksi untuk menjadikan pariwisata Bali lebih maju dan berkembang.

“Disini tidak ada minyak, batu bara atau mineral lainnya untuk dijual. Tapi Bali menjual kebahagiaan sebagai destinasi wisata dunia,” jelas Pastika.

Mantan Kapolda Bali itu membandingkan kondisi yang sama saat terjadi Bom Bali 2002 lalu. Kondisi wisata Bali terpuruk. Namun tak butuh waktu lama industri pariwisata di Bali kembali bangkit.

Gubernur Pastika berharap, penurunan kunjungan turis ke Bali saat ini sebagai daya lenting untuk memperbaiki kepariwisataan di Pulau Dewata menjadi lebih maju.

Sementara, pelaku wisata I Gede Wirata mengatakan, informasi positif terkait kondisi Bali saat ini, sangat membantu percepatan pemulihan kunjungan turis.

Gede Wirata meyakini, setelah pertemuan antara pelaku wisata dan pemerintah, akan memberikan citra baik ke dunia, bersamaan dengan aktifitas vulkanik Gunung Agung seperti terjadi sekarang.

“Setelah pertemuan ini saya yakin, akhir tahun nanti kunjungan wisatawan mulai naik dan wisata Bali ramai lagi,” ujar Gede Wirata yang juga pemilik kapal pesiar lokal Bounty Cruise. (Way)